Diplomasi Selokan Mataram Ala Sri Sultan HB IX Selamatkan Rakyat dari Kerja Paksa Romusha
Rabu, 09 Oktober 2024 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia salah satu daerah potensial yang sumber daya alamnya kalai itu dikapitalisasi Jepang untuk kepentingan perang. Rakyat pun dikerahkan untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan laut pun pelabuhan udara dengan sistem romusha atau kerja paksa.
Romusha merupakan kerja tanpa upah, tanpa makanan, tanpa jaminan kesehatan, tak peduli musim kerja petani untuk menghidupi keluarga mereka.
Baca juga: Kisah Asal-usul Demak, Lahan Rawa yang Diubah Raden Patah Jadi Kerajaan
Akibatnya banyak rakyat tewas saat menjalankan romusha karena sakit, kelaparan dan kecelakaan kerja. Dampaknya, keluarga mereka semakin melarat.
Ketika Jepang ingin menjadikan rakyat Yogyakarta sebagai pekerja paksa dalam romusha di luar daerah, Sri Sultan HB IX melawannya dengan cerdas dan halus melalui diplomasi. Diceritakan kala itu Sri Sultan HBIX menemui pimpinan Jepang.
Raja Jogja menyampaikan bahwa seluruh rakyat ingin berkontribusi membantu memenangkan Jepang dalam perang.
Namun bukan dengan mengangkat senjata atau ikut romusha di tempat lain, melainkan membangun infrastruktut ekonomi untuk menjadikan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya menjadi pusat pertanian.
Romusha merupakan kerja tanpa upah, tanpa makanan, tanpa jaminan kesehatan, tak peduli musim kerja petani untuk menghidupi keluarga mereka.
Baca juga: Kisah Asal-usul Demak, Lahan Rawa yang Diubah Raden Patah Jadi Kerajaan
Akibatnya banyak rakyat tewas saat menjalankan romusha karena sakit, kelaparan dan kecelakaan kerja. Dampaknya, keluarga mereka semakin melarat.
Ketika Jepang ingin menjadikan rakyat Yogyakarta sebagai pekerja paksa dalam romusha di luar daerah, Sri Sultan HB IX melawannya dengan cerdas dan halus melalui diplomasi. Diceritakan kala itu Sri Sultan HBIX menemui pimpinan Jepang.
Raja Jogja menyampaikan bahwa seluruh rakyat ingin berkontribusi membantu memenangkan Jepang dalam perang.
Namun bukan dengan mengangkat senjata atau ikut romusha di tempat lain, melainkan membangun infrastruktut ekonomi untuk menjadikan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya menjadi pusat pertanian.
Lihat Juga :