Kisah Umar bin Khattab RA Terulang, Janda Ini Masak Batu untuk 8 Anaknya yang Lapar
Sabtu, 02 Mei 2020 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Kitsao, yang tinggal di rumah dengan dua kamar tidur tanpa air atau pun listrik, menggambarkan kedermawanan orang-orang sebagai "keajaiban".
"Saya tidak percaya bahwa orang-orang Kenya bisa sangat mencintai setelah saya menerima panggilan telepon dari seluruh negeri bertanya bagaimana mereka bisa membantu," katanya kepada situs berita Tuko.
![Kisah Umar bin Khattab RA Terulang, Janda Ini Masak Batu untuk 8 Anaknya yang Lapar]()
Peninah Bahati Kitsao, janda di Kenya yang mamasak batu untuk 8 anaknya yang
lapar di tengah pandemi COVID-19. (Foto/Caroline Mwawasi/Tuko/BBC)
BBC dalam laporan yang diterbitkan 30 April 2020 memajang foto-foto Kitsao dan panci masak berisi beberapa batu di dalamnya.
Dia mengatakan kepada NTV bahwa anak-anaknya yang kelaparan tidak bisa lama-lama tertipu oleh taktik memasak batu.
"Mereka mulai memberi tahu saya bahwa mereka tahu saya berbohong kepada mereka, tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya tidak punya apa-apa," kata Kitsao.
Tetangganya datang untuk melihat apakah keluarganya baik-baik saja setelah mendengar anak-anak menangis.
Pemerintah Kenya sejatinya telah meluncurkan program pemberian makanan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk melindungi mereka yang paling rentan dari krisis COVID-19. Tapi program bantuan itu belum sampai kepada Kitsao, yang menjanda tahun lalu ketika suaminya dibunuh oleh geng kriminal.
Tetangganya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Palang Merah Kenya, yang juga datang untuk membantu Kitsao.
"Saya tidak percaya bahwa orang-orang Kenya bisa sangat mencintai setelah saya menerima panggilan telepon dari seluruh negeri bertanya bagaimana mereka bisa membantu," katanya kepada situs berita Tuko.

Peninah Bahati Kitsao, janda di Kenya yang mamasak batu untuk 8 anaknya yang
lapar di tengah pandemi COVID-19. (Foto/Caroline Mwawasi/Tuko/BBC)
BBC dalam laporan yang diterbitkan 30 April 2020 memajang foto-foto Kitsao dan panci masak berisi beberapa batu di dalamnya.
Dia mengatakan kepada NTV bahwa anak-anaknya yang kelaparan tidak bisa lama-lama tertipu oleh taktik memasak batu.
"Mereka mulai memberi tahu saya bahwa mereka tahu saya berbohong kepada mereka, tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya tidak punya apa-apa," kata Kitsao.
Tetangganya datang untuk melihat apakah keluarganya baik-baik saja setelah mendengar anak-anak menangis.
Pemerintah Kenya sejatinya telah meluncurkan program pemberian makanan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk melindungi mereka yang paling rentan dari krisis COVID-19. Tapi program bantuan itu belum sampai kepada Kitsao, yang menjanda tahun lalu ketika suaminya dibunuh oleh geng kriminal.
Tetangganya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Palang Merah Kenya, yang juga datang untuk membantu Kitsao.
Lihat Juga :