Antisipasi Premanisme Usai Pembubaran Diskusi Din Syamsuddin Cs, PHRI Imbau Ini ke Anggotanya
Senin, 30 September 2024 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
"Kan enggak tiap hari seperti ini muncul, yang kita anggap potensial akan ada keriuhan atau kegaduhan kita tambahkan. Di hotel kita sangat fleksibel cara kerjanya, apalagi sekarang trennya hampir semua hotel menyerahkan jasa keamanannya pada pihak ketiga, jadi selain karyawan sendiri pihak ketiga. Jadi, kalau kita pandang ada kerawanan maka kita perbanyak orang dan training pun kita tingkatkan," katanya.
Baca juga: Tampang 2 Tersangka Pembubaran Diskusi Din Syamsuddin Cs Dikomentari Netizen: Mukanya Masih Mulus
Sejauh ini, pihaknya belum menerima secara detail dari pihak manajemen Hotel Grand Kemang tentang kerusakan apa saja dan ada tidaknya orang terluka akibat tindak premanisme tersebut. Pihaknya hanya menerima laporan jika pihak manajemen telah melakukan upaya pengurusan pemberitahuan kegiatan sesuai prosedur yang ada ke polisi.
"Kami belum mendapatkan secara detail, tapi kami hanya mendapatkan laporan saja dari manajemen mereka bahwa mereka sudah melakukan semua prosedur untuk pelaksanaan event, untuk kerugian dan siapa yang terluka nanti kita tunggu saja dari investigasi polisi," katanya.
PHRI mengecam tindakan premanisme yang terjadi saat berlangsungnya acara diskusi Forum Tanah Air (FTA) yang dihadiri Din Syamsuddin, Refly Harun, Soenarko, dan Said Didu di Hotel Grand Kemang, Mampang, Jakarta Selatan. "Sebagai organisasi yang menaungi sektor perhotelan dan restoran di Indonesia, PHRI memandang insiden ini dengan serius dan sangat keberatan atas aksi premanisme tersebut," ujarnya.
Menurutnya, tindakan tidak bertanggung jawab ini mengakibatkan kerusakan pada fasilitas hotel serta kerugian materi dan immateri bagi Hotel Grand Kemang, Jakarta. Tindakan kekerasan dan intimidasi itu, apalagi di tempat komersial yang bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu, tidak dapat dibiarkan begitu saja.
"Insiden semacam ini berpotensi merusak citra industri perhotelan nasional, yang berperan penting dalam mendukung perekonomian dan pariwisata Indonesia," tuturnya.
Baca juga: Tampang 2 Tersangka Pembubaran Diskusi Din Syamsuddin Cs Dikomentari Netizen: Mukanya Masih Mulus
Sejauh ini, pihaknya belum menerima secara detail dari pihak manajemen Hotel Grand Kemang tentang kerusakan apa saja dan ada tidaknya orang terluka akibat tindak premanisme tersebut. Pihaknya hanya menerima laporan jika pihak manajemen telah melakukan upaya pengurusan pemberitahuan kegiatan sesuai prosedur yang ada ke polisi.
"Kami belum mendapatkan secara detail, tapi kami hanya mendapatkan laporan saja dari manajemen mereka bahwa mereka sudah melakukan semua prosedur untuk pelaksanaan event, untuk kerugian dan siapa yang terluka nanti kita tunggu saja dari investigasi polisi," katanya.
PHRI mengecam tindakan premanisme yang terjadi saat berlangsungnya acara diskusi Forum Tanah Air (FTA) yang dihadiri Din Syamsuddin, Refly Harun, Soenarko, dan Said Didu di Hotel Grand Kemang, Mampang, Jakarta Selatan. "Sebagai organisasi yang menaungi sektor perhotelan dan restoran di Indonesia, PHRI memandang insiden ini dengan serius dan sangat keberatan atas aksi premanisme tersebut," ujarnya.
Menurutnya, tindakan tidak bertanggung jawab ini mengakibatkan kerusakan pada fasilitas hotel serta kerugian materi dan immateri bagi Hotel Grand Kemang, Jakarta. Tindakan kekerasan dan intimidasi itu, apalagi di tempat komersial yang bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu, tidak dapat dibiarkan begitu saja.
"Insiden semacam ini berpotensi merusak citra industri perhotelan nasional, yang berperan penting dalam mendukung perekonomian dan pariwisata Indonesia," tuturnya.
Lihat Juga :