TPP dan Prabowo Mania Jatim Bergerak Cepat Memenangkan Khofifah-Emil Dardak
Sabtu, 28 September 2024 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Bambang mengatakan Provinsi Jawa Timur mampu menurunkan angka kemiskinan Ekstrem secara signifikan sebesar 3,58% atau 1.480.140 jiwa selama tiga tahun terakhir mulai 2020-2023.
“Data menunjukkan, kemiskinan ekstrem di Jatim turun drastis dari 4,4% atau setara 1.812.210 jiwa pada 2020 menjadi 0,82% atau 331.980 jiwa pada Maret 2023 sehingga Jatim menerima penghargaan insentif fiskal,” kata Bambang.
Capaian Gubernur Khofifah mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan insentif fiskal ini diberikan langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kepada Khofifah Indar Parawansa, selaku Gubernur Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur mendapatkan insentif fiskal Rp6,215 miliar. Insentif ini digunakan untuk program yang langsung diterima oleh masyarakat miskin.
Capaian itu telah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,82%, Optimistis Jatim terus bergerak dan terus melaju menuju kemiskinan ekstrem 0% di akhir 2024.
Di sisi lain, dalam bidang pendidikan, menurut Bambang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur terus membaik hingga akhir 2023. Per 1 Desember 2023, IPM Jawa Timur tercatat 74,65, meningkat 3,15% selama periode 2019-2023.
“Yang membanggakan, capaian IPM 2023 Jawa Timur diatas rata-rata nasional yang tercatat 74,39. IPM Jawa Timur juga di atas capaian IPM provinsi besar lainnya di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat (74,24) dan Jawa Tengah (73,39),” tandas Bambang.
“Data menunjukkan, kemiskinan ekstrem di Jatim turun drastis dari 4,4% atau setara 1.812.210 jiwa pada 2020 menjadi 0,82% atau 331.980 jiwa pada Maret 2023 sehingga Jatim menerima penghargaan insentif fiskal,” kata Bambang.
Capaian Gubernur Khofifah mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan insentif fiskal ini diberikan langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kepada Khofifah Indar Parawansa, selaku Gubernur Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur mendapatkan insentif fiskal Rp6,215 miliar. Insentif ini digunakan untuk program yang langsung diterima oleh masyarakat miskin.
Capaian itu telah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,82%, Optimistis Jatim terus bergerak dan terus melaju menuju kemiskinan ekstrem 0% di akhir 2024.
Di sisi lain, dalam bidang pendidikan, menurut Bambang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur terus membaik hingga akhir 2023. Per 1 Desember 2023, IPM Jawa Timur tercatat 74,65, meningkat 3,15% selama periode 2019-2023.
“Yang membanggakan, capaian IPM 2023 Jawa Timur diatas rata-rata nasional yang tercatat 74,39. IPM Jawa Timur juga di atas capaian IPM provinsi besar lainnya di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat (74,24) dan Jawa Tengah (73,39),” tandas Bambang.
(shf)
Lihat Juga :