Kisah Heroik Jenderal Sintong Panjaitan Pimpin Pasukan Senyap Hancurkan PKI Secepat Kilat
Jum'at, 27 September 2024 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Sarwo Edhie memberikan perintah melalui Mayor CI Santoso kepada Lettu Inf Feisal Tanjung, yang kemudian diteruskan kepada Sintong Panjaitan. Tugas Sintong adalah merebut RRI dari tangan PKI dalam waktu sesingkat-singkatnya.
“Tong, kamu rebut RRI. Tutup mulut mereka yang mendukung Dewan Revolusi, kuasai secepatnya dan laporkan ke saya di Makostrad,” kata Feisal Tanjung kepada Sintong.
Baca juga: Kisah Cinta Idjon Djanbi, Legenda Kopassus yang Ceraikan Wanita Inggris demi Mojang Sunda
Saat itu, PKI telah menguasai RRI dan menggunakan stasiun radio ini untuk menyebarkan propaganda serta mengumumkan Dekrit Nomor 1 tentang pembentukan Dewan Revolusi Indonesia di bawah pimpinan Letkol Untung.
Dekrit ini menjadi alat utama PKI untuk menyebarkan pesan kudeta mereka. Sintong memimpin peletonnya bergerak menuju RRI melalui Lapangan Silang Monas. Pasukan RPKAD berjalan kaki di belakang Peleton 1 Kompi Ben Hur.
Saat itu dia ditugasi merebut Kantor Besar Telekomunikasi. Ketika pasukan Sintong mendekati gedung RRI, salah satu anggota peleton menembakkan tiga peluru dari senapan AK-47, membuat para penjaga PKI di sana kabur tanpa perlawanan.
Penyerbuan berlangsung cepat dan mulus. Pasukan RPKAD berhasil mengambil alih RRI, menangkap kru radio serta beberapa orang yang terlibat. Sintong kemudian melapor kepada Feisal Tanjung di Markas Kostrad.
Baca juga: Kisah Gajah Mada dan Kelahiran Hayam Wuruk, Ditandai Gempa dan Gunung Kelud Meletus
“Tong, kamu rebut RRI. Tutup mulut mereka yang mendukung Dewan Revolusi, kuasai secepatnya dan laporkan ke saya di Makostrad,” kata Feisal Tanjung kepada Sintong.
Baca juga: Kisah Cinta Idjon Djanbi, Legenda Kopassus yang Ceraikan Wanita Inggris demi Mojang Sunda
Saat itu, PKI telah menguasai RRI dan menggunakan stasiun radio ini untuk menyebarkan propaganda serta mengumumkan Dekrit Nomor 1 tentang pembentukan Dewan Revolusi Indonesia di bawah pimpinan Letkol Untung.
Dekrit ini menjadi alat utama PKI untuk menyebarkan pesan kudeta mereka. Sintong memimpin peletonnya bergerak menuju RRI melalui Lapangan Silang Monas. Pasukan RPKAD berjalan kaki di belakang Peleton 1 Kompi Ben Hur.
Saat itu dia ditugasi merebut Kantor Besar Telekomunikasi. Ketika pasukan Sintong mendekati gedung RRI, salah satu anggota peleton menembakkan tiga peluru dari senapan AK-47, membuat para penjaga PKI di sana kabur tanpa perlawanan.
Penyerbuan berlangsung cepat dan mulus. Pasukan RPKAD berhasil mengambil alih RRI, menangkap kru radio serta beberapa orang yang terlibat. Sintong kemudian melapor kepada Feisal Tanjung di Markas Kostrad.
Baca juga: Kisah Gajah Mada dan Kelahiran Hayam Wuruk, Ditandai Gempa dan Gunung Kelud Meletus
Lihat Juga :