Poligami dan Narkoba Bisa Rontokkan Elektabilitas Kandidat di Pilkada Subang
Kamis, 26 September 2024 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Arman menjelaskan bahwa fenomena ini bisa terjadi karena isu negatif seperti poligami atau narkoba tidak selalu diketahui oleh mayoritas pemilih. “Dalam teori kampanye negatif, penting melihat seberapa banyak orang dan seberapa banyak yang percaya,” jelasnya.
Ia mencontohkan, seorang calon bupati bisa saja beristri lebih dari satu, tetapi jika hanya sedikit pemilih yang tahu atau percaya pada isu itu, maka dampaknya terhadap elektabilitas kandidat tidak akan signifikan.
Berdasarkan survei IPS, hanya sekitar 5-10% publik yang mengetahui isu negatif tentang calon yang mereka pilih. Namun, jika mayoritas publik mengetahui atau mempercayai isu tersebut, dampaknya bisa sangat besar.
Arman menegaskan bahwa kandidat yang terlibat poligami atau narkoba harus siap kehilangan elektabilitas jika isu ini terungkap luas. Menanggapi isu negatif terkait tiga calon bupati di Subang, Arman mengaku tidak memiliki informasi spesifik.
Namun, ia memperingatkan bahwa kandidat yang terlibat dua isu ini harus bersiap menghadapi kemungkinan merosotnya dukungan jika publik mengetahuinya.
Ia mencontohkan, seorang calon bupati bisa saja beristri lebih dari satu, tetapi jika hanya sedikit pemilih yang tahu atau percaya pada isu itu, maka dampaknya terhadap elektabilitas kandidat tidak akan signifikan.
Berdasarkan survei IPS, hanya sekitar 5-10% publik yang mengetahui isu negatif tentang calon yang mereka pilih. Namun, jika mayoritas publik mengetahui atau mempercayai isu tersebut, dampaknya bisa sangat besar.
Arman menegaskan bahwa kandidat yang terlibat poligami atau narkoba harus siap kehilangan elektabilitas jika isu ini terungkap luas. Menanggapi isu negatif terkait tiga calon bupati di Subang, Arman mengaku tidak memiliki informasi spesifik.
Namun, ia memperingatkan bahwa kandidat yang terlibat dua isu ini harus bersiap menghadapi kemungkinan merosotnya dukungan jika publik mengetahuinya.
Lihat Juga :