Poligami dan Narkoba Bisa Rontokkan Elektabilitas Kandidat di Pilkada Subang
Kamis, 26 September 2024 - 10:34 WIB
loading...
Para kandidat yang bertarung dalam Pilkada di Kabupaten Subang diimbau untuk waspada terhadap isu poligami dan narkoba. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SUBANG - Para kandidat yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Subang diimbau untuk waspada terhadap dua isu krusial yang dapat merontokkan elektabilitas mereka: poligami dan narkoba.
“Jangan anggap remeh dua isu ini, karena keduanya sangat potensial menggerus bahkan meruntuhkan elektabilitas seorang kandidat,” ujar Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam dalam keterangannya, Kamis (26/9/2024).
Berdasarkan data survei yang pernah dilakukan IPS, mayoritas publik di berbagai wilayah Indonesia cenderung tidak ingin dipimpin oleh kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur, yang terlibat dalam poligami atau kasus narkoba.
Baca juga: Jelang Pilkada, 1.000 Kader dan Simpatisan DPC PDIP Subang Mundur
Meskipun, di beberapa daerah, ada kandidat poligami yang tetap terpilih. ”Memang benar, ada beberapa contoh kasus di mana seorang calon bupati yang berpoligami tetap memenangkan kontestasi. Bahkan, ada yang terlibat kasus korupsi atau sudah ditahan KPK,” ucapnya.
“Jangan anggap remeh dua isu ini, karena keduanya sangat potensial menggerus bahkan meruntuhkan elektabilitas seorang kandidat,” ujar Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam dalam keterangannya, Kamis (26/9/2024).
Berdasarkan data survei yang pernah dilakukan IPS, mayoritas publik di berbagai wilayah Indonesia cenderung tidak ingin dipimpin oleh kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur, yang terlibat dalam poligami atau kasus narkoba.
Baca juga: Jelang Pilkada, 1.000 Kader dan Simpatisan DPC PDIP Subang Mundur
Meskipun, di beberapa daerah, ada kandidat poligami yang tetap terpilih. ”Memang benar, ada beberapa contoh kasus di mana seorang calon bupati yang berpoligami tetap memenangkan kontestasi. Bahkan, ada yang terlibat kasus korupsi atau sudah ditahan KPK,” ucapnya.
Lihat Juga :