Tinjau Lokasi Lahan Rel Kereta Api, Warga Maros Curhat ke Wakapolda
Kamis, 27 Agustus 2020 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
“Mulai dari awal kami sudah menolak adanya jalur kereta api karena kami selaku warga tidak pernah dilibatkan padahal tanah kami yang akan dibebaskan, setelah itu mereka datang mengukur tahun 2018 dan 2019 padahal saya lihat patok itu ada tahun 2017. Harga tanah juga dinilai tahun 2017, sementara mereka masuk tahun 2018 dan 2019, tentu harganya jauh di bawah harga sepantasnya,” ujar Jamal.
Jamal juga menjelaskan, alasan warga menolak adanya rel kereta api karena banjir besar akan melanda daerah tersebut. Belum adanya penimbunan kata Jamal daerah tersebut sudah banjir apalagi jika rel kereta api yang ditimbun sampai 8 meter maka perumahan sekitar jalur kereta api akan tenggelam.
“Tim apraisal juga menetapkan harga tidak masuk akal, ada yang harga Rp90 ribu dan bahkan ada yang harga Rp30 ribu, padahal tanah disini harga kelas satu dan ada harga zona. Tim apraisal bilang tidak ada data, tentu saja tidak ada data karena mereka tidak pernah bersama kami, tidak pernah menemui kami,” jelasnya.
Beberapa lokasi jalur rel kereta api ditinjau dan dilihat progres pembangunannya serta memperhatikan aspek dampaknya saat musim hujan tiba. Pihak Balai perkereta apian difasilitasi oleh Wakapolda dan Kasdam akan kembali membicarakan dengan warga terkait keluhan warga tersebut.
Baca Juga: Sidang Konsinyasi Rel KA di Pangkep, Pemilik Lahan Singgung Janji Ganti Untung
Jamal juga menjelaskan, alasan warga menolak adanya rel kereta api karena banjir besar akan melanda daerah tersebut. Belum adanya penimbunan kata Jamal daerah tersebut sudah banjir apalagi jika rel kereta api yang ditimbun sampai 8 meter maka perumahan sekitar jalur kereta api akan tenggelam.
“Tim apraisal juga menetapkan harga tidak masuk akal, ada yang harga Rp90 ribu dan bahkan ada yang harga Rp30 ribu, padahal tanah disini harga kelas satu dan ada harga zona. Tim apraisal bilang tidak ada data, tentu saja tidak ada data karena mereka tidak pernah bersama kami, tidak pernah menemui kami,” jelasnya.
Beberapa lokasi jalur rel kereta api ditinjau dan dilihat progres pembangunannya serta memperhatikan aspek dampaknya saat musim hujan tiba. Pihak Balai perkereta apian difasilitasi oleh Wakapolda dan Kasdam akan kembali membicarakan dengan warga terkait keluhan warga tersebut.
Baca Juga: Sidang Konsinyasi Rel KA di Pangkep, Pemilik Lahan Singgung Janji Ganti Untung
(agn)
Lihat Juga :