Konflik di Pulau Rempang, PT MEG Pastikan Lahan Sudah Diserahkan Warga
Sabtu, 21 September 2024 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagian lahan yang telah diserahkan oleh warga tersebut kemudian atas permintaan BP Batam dijaga PT MEG yang kemudian diberdayakan PT MEG untuk ketahanan pangan dan juga untuk menarik minat dari warga setempat agar bersedia bercocok tanam selama lahan belum digunakan untuk proyek pengembangan Kawasan Rempang," jelasnya.
Pada Rabu (18/9/2024) sekitar pukul 11.00 WIB, PT MEG dan dua warga setempat yang sedang menjalankan program pemberdayaan masyarakat , yakni bercocok tanam, tibat-tiba didatangi warga berjumlah sekitar 20 orang. Mereka meminta pihak PT MEG untuk meninggalkan lokasi.
"Permintaan tersebut ditolak karena menganggap warga yang menyuruh pergi bukan pihak yang berhak atas lahan," katanya.
Selanjutnya warga terus datang memprovokasi dan mengusir pihak PT MEG. Situasi pun menjadi semakin memanas. Sementara warga terus berdatangan hingga lebih dari 50 orang dan beberapa di antaranya mulai anarkistis dan membawa kayu.
Situasi yang terus memenas berujung dengan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap pihak PT MEG. Karena sudah mengancam keselamatan diri, karyawan PT MEG membela diri. ”Pembelaan diri tersebut hanya dilakukan terhadap warga yang melakukan tindak kekerasan," jelasnya.
Pada Rabu (18/9/2024) sekitar pukul 11.00 WIB, PT MEG dan dua warga setempat yang sedang menjalankan program pemberdayaan masyarakat , yakni bercocok tanam, tibat-tiba didatangi warga berjumlah sekitar 20 orang. Mereka meminta pihak PT MEG untuk meninggalkan lokasi.
"Permintaan tersebut ditolak karena menganggap warga yang menyuruh pergi bukan pihak yang berhak atas lahan," katanya.
Selanjutnya warga terus datang memprovokasi dan mengusir pihak PT MEG. Situasi pun menjadi semakin memanas. Sementara warga terus berdatangan hingga lebih dari 50 orang dan beberapa di antaranya mulai anarkistis dan membawa kayu.
Situasi yang terus memenas berujung dengan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap pihak PT MEG. Karena sudah mengancam keselamatan diri, karyawan PT MEG membela diri. ”Pembelaan diri tersebut hanya dilakukan terhadap warga yang melakukan tindak kekerasan," jelasnya.
Lihat Juga :