Warga Kota Bogor: Pemilik Toko Kelontong dan Pekerja Formal Dapat Bansos Corona
Sabtu, 02 Mei 2020 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada diungkapkan, Nelvida (59), warga Kedunghalang lainnya. Ia mengaku miris dengan bantuan dari Pemkot Bogor banyak yang tak tepat sasaran. "Banyak orang mampu yang masih bekerja formal bahkan pemilik toko menerima BLT. Padahal di sini banyak yang sepuh enggak punya pendapatan, sejak lama tak bekerja tapi enggak dapat BLT, maupun sembako dari pemerintah," ujarnya.
Kasus serupa terjadi di Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor. Pasalnya, hampir sebagian besar sumber bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kementerian sosial maupun Pemkot Bogor hingga hari ke 16 PSBB ini banyak yang belum sampai.
"Kalau seperti ini kita berpendapat, sebaiknya mending tak usah dapat sama sekali daripada bikin ribut antar warga yang dapat dengan yang tidak. Bahkan aparat RT/RW juga malah jadi sasaran kekesalan warga. Kita inginnya kembali normal saja situasinya. Kita bingung listrik, BPJS, dan lain-lain harus tetap bayar, tapi bantuan apapun yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba," ungkap Mulyadi, warga RW 04, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Dia bingung harus mengadu kepada siapa, jika masih banyak warga yang tak mampu bahkan terpukul sejak ada kasus Covid-19 di wilayahnya. Ia berharap pemerintah serius merespon keluhan masyarakat yang sulit untuk memperoleh makan.
"Menunggu bantuan tak kunjung datang. Kalaupun ada bantuan dari presiden itu langsung sifatnya seperti yang di Sempur, dan di Jalan Raya itu nggak semuanya juga dapat. Kalau seperti ini kita nggak berharap banyak ke pemerintah. Kita ingin situasi kembali normal saja," harapnya.
Kasus serupa terjadi di Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor. Pasalnya, hampir sebagian besar sumber bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kementerian sosial maupun Pemkot Bogor hingga hari ke 16 PSBB ini banyak yang belum sampai.
"Kalau seperti ini kita berpendapat, sebaiknya mending tak usah dapat sama sekali daripada bikin ribut antar warga yang dapat dengan yang tidak. Bahkan aparat RT/RW juga malah jadi sasaran kekesalan warga. Kita inginnya kembali normal saja situasinya. Kita bingung listrik, BPJS, dan lain-lain harus tetap bayar, tapi bantuan apapun yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba," ungkap Mulyadi, warga RW 04, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Dia bingung harus mengadu kepada siapa, jika masih banyak warga yang tak mampu bahkan terpukul sejak ada kasus Covid-19 di wilayahnya. Ia berharap pemerintah serius merespon keluhan masyarakat yang sulit untuk memperoleh makan.
"Menunggu bantuan tak kunjung datang. Kalaupun ada bantuan dari presiden itu langsung sifatnya seperti yang di Sempur, dan di Jalan Raya itu nggak semuanya juga dapat. Kalau seperti ini kita nggak berharap banyak ke pemerintah. Kita ingin situasi kembali normal saja," harapnya.
(muh)
Lihat Juga :