Oknum Polisi Polres Muratara Dibekuk Bawa 10 Kg Sabu dan 5 Ribu Pil Ekstasi
Kamis, 19 September 2024 - 09:58 WIB
loading...
Briptu AW mengenakan kemeja coklat ditangkap tim Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Riau karena membawa 10 kg sabu dan 5 ribu pil ekstasi. Foto/Era Neizma Wedya
A
A
A
MURATARA - AW (38) seorang oknum anggota polisi yang masih aktif bertugas di Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel ditangkap tim Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Riau karena membawa 10 kg sabu dan 5 ribu pil ekstasi. Dia ditangkap di salah satu tempat makan siap saji di Kota Lubuklinggau.
Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto membenarkan penangkapan anggotanya yang terlibat peredaran narkoba dan penangkapan dilakukan Polres Indragiri Hulu bersama Ditres Polda Riau pada Sabtu (14/9/2024) lalu. Dalam penangkapan itu, selain Briptu AW ada juga bandar besar narkoba asal Muratara inisial BFI (41) yang juga diamankan.
Baca juga: Ibu Almarhumah Dokter Aulia Menangis Histeris Minta Keadilan: Tolong Bantu Saya
Penangkapan terhadap kedua tersangka AW dan BFI setelah tim gabungan Polres Indragiri Hulu dan Opsnal Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Riau dilakukan penangkapan terhadap tersangka komplotan Riduansyah pada Jumat (13/9/2024) di Jalan Lintas Indragiri Hulu, Kecamatan Siberida. Selanjutnya dilakukan pengembangan dengan cara penyelidikan control delivery.
Sehingga pada Sabtu (14/9/2024) sekitar pukul 12.00 WIB, saat serah terima barang bukti sabu dan pil ekstasi, Pers Opsnal Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Riau berhasil menangkap 2 orang laki-laki berinisial BFI dan AW yang saat itu menggunakan kendaraan mobil Toyota Agya F 1453 GW di parkiran Pizza HUT Kota Lubuklinggau.
“Pengakuan BFI diperintahkan oleh "Sultan Malaysia" untuk menerima barang bukti sabu 10 kg dan 5.000 pil ektasi dari tersangka Riduansyah,“ ujarnya, Kamis (19/9/2024).
Koko juga membenarkan Briptu AW adalah anggotanya yang bertugas di Satreskrim Polres Muratara. Hanya saja, Briptu AW tidak pernah masuk kerja selama enam bulan terakhir dan menjadi buronan Propam.
Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto membenarkan penangkapan anggotanya yang terlibat peredaran narkoba dan penangkapan dilakukan Polres Indragiri Hulu bersama Ditres Polda Riau pada Sabtu (14/9/2024) lalu. Dalam penangkapan itu, selain Briptu AW ada juga bandar besar narkoba asal Muratara inisial BFI (41) yang juga diamankan.
Baca juga: Ibu Almarhumah Dokter Aulia Menangis Histeris Minta Keadilan: Tolong Bantu Saya
Penangkapan terhadap kedua tersangka AW dan BFI setelah tim gabungan Polres Indragiri Hulu dan Opsnal Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Riau dilakukan penangkapan terhadap tersangka komplotan Riduansyah pada Jumat (13/9/2024) di Jalan Lintas Indragiri Hulu, Kecamatan Siberida. Selanjutnya dilakukan pengembangan dengan cara penyelidikan control delivery.
Sehingga pada Sabtu (14/9/2024) sekitar pukul 12.00 WIB, saat serah terima barang bukti sabu dan pil ekstasi, Pers Opsnal Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Riau berhasil menangkap 2 orang laki-laki berinisial BFI dan AW yang saat itu menggunakan kendaraan mobil Toyota Agya F 1453 GW di parkiran Pizza HUT Kota Lubuklinggau.
“Pengakuan BFI diperintahkan oleh "Sultan Malaysia" untuk menerima barang bukti sabu 10 kg dan 5.000 pil ektasi dari tersangka Riduansyah,“ ujarnya, Kamis (19/9/2024).
Koko juga membenarkan Briptu AW adalah anggotanya yang bertugas di Satreskrim Polres Muratara. Hanya saja, Briptu AW tidak pernah masuk kerja selama enam bulan terakhir dan menjadi buronan Propam.
Lihat Juga :