alexametrics

3 Desa di Kabupaten Konawe Diduga Fiktif

loading...
3 Desa di Kabupaten Konawe Diduga Fiktif
Satuan tugas (Satgas) Kementerian Desa (Kemendes) menemukan tiga desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga fiktif. iNewsTV/Asdar Zula
A+ A-
KONAWE - Satuan tugas (Satgas) Kementerian Desa (Kemendes) menemukan tiga desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga fiktif. Tiga desa itu adalah, Desa Uepai dan Desa Morehe, Kecamatan Uepai, serta Desa Ulu Meraka, Kecamatan Lambuya.

Data hasil temuan Satgas Kemendes, tiga desa diduga fiktif ini, menerima dana desa dari Kemendes, sejak 2015. Camat Lambuya, Jasmin, menyebut Desa Ulu Meraka, tidak memiliki wilayah di Kecamatan Lambuya.

"Saya pernah dengar, tapi kenyataannya selama saya di sini, sejak Maret 2019 sampai sekarang belum ada saya temukan wilayahnya Desa Ulu Meraka. Pemerintahnya juga tidak ada, warganya pun tidak ada," jelas Jasmin, Rabu (6/11/2019).

Namun menurut Jasmin, ada nama Desa Ulu Meraka, tapi berada di wilayah Kecamatan Onembute, bukan di Lambuya. Sebelumnya, Onembute, adalah bagian wilayah Kecamatan Lambuya.

Sementara Camat Uepai, Jasman, menyebut Desa Uepai, saat ini telah berubah status menjadi Kelurahan, setelah wilayah Uepai, mekar menjadi Kecamatan dari Lambuya pada 2003. Namun pada 2015, Desa Uepai masuk sebagai penerima dana desa, padahal sudah berstatus kelurahan.

"Pada saat keluar nama-nama desa penerima dana desa, Desa Uepai masuk dalam daftar," jelas Jasman. Namun karena telah berubah status, dana desa yang diperuntukan di Desa Uepai, diberikan pada Desa Tanggondipo, wilayah pemekaran Uepai.

Sedangkan Desa Morehe, saat ini sebagai besar warganya berada di Desa Rawua dan Anggopiu. Hanya saja pada 2015, desa ini, tetap masuk sebagai penerima dana desa kementerian desa. (Baca juga; Kasus Desa Fiktif Konawe, Polda Sultra Periksa 57 Saksi)
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak