Kisah Hidup Jenderal Dudung, Mantan KSAD yang Pernah Ditempeleng Mayor Gegara Koran Jatuh
Senin, 16 September 2024 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Berondong Gerombolan DI/TII Pakai AK-47, Shock Jalani Misi Pertama
Setelah lulus dari Akmil pada 1988, Dudung ditugaskan ke Dili, Timor Timur, sebagai Komandan Peleton (Danton) di Batalyon Infanteri 744-SYB yang berada di bawah Kodam IX/Udayana.
Dalam tugasnya, Dudung memimpin tim khusus bernama 'Ataka' dan 'Casador' yang bertugas mencari anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).
Dudung yang saat itu masih berusia 24 tahun diberikan tanggung jawab besar oleh komandannya, Kapten Edison, yang memilihnya untuk memimpin tim khusus tersebut, meskipun saat itu ia masih dianggap remaja dan baru dalam dunia militer.
Keputusan ini diambil berdasarkan penilaian terhadap kekuatan fisik Dudung, meskipun saat itu prestasinya belum terlihat jelas. Karier Dudung di Yonif 744-SYB berlangsung hingga tahun 1994, dengan jabatan terakhir sebagai Komandan Peleton 1 Kompi B.
Dari awal karirnya hingga kini, Dudung telah membuktikan bahwa semangat dan kerja keras dapat membawa seseorang dari keadaan yang sulit menjadi salah satu pemimpin tertinggi di militer.
Kini, mantan loper koran yang pernah ditempeleng dan ditendang tamtama itu berdiri tegak dan mengakhiri karier militer sebagai KSAD. Dia merupakan seorang jenderal bintang empat yang tegas dan dihormati di TNI.
Setelah lulus dari Akmil pada 1988, Dudung ditugaskan ke Dili, Timor Timur, sebagai Komandan Peleton (Danton) di Batalyon Infanteri 744-SYB yang berada di bawah Kodam IX/Udayana.
Dalam tugasnya, Dudung memimpin tim khusus bernama 'Ataka' dan 'Casador' yang bertugas mencari anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).
Dudung yang saat itu masih berusia 24 tahun diberikan tanggung jawab besar oleh komandannya, Kapten Edison, yang memilihnya untuk memimpin tim khusus tersebut, meskipun saat itu ia masih dianggap remaja dan baru dalam dunia militer.
Keputusan ini diambil berdasarkan penilaian terhadap kekuatan fisik Dudung, meskipun saat itu prestasinya belum terlihat jelas. Karier Dudung di Yonif 744-SYB berlangsung hingga tahun 1994, dengan jabatan terakhir sebagai Komandan Peleton 1 Kompi B.
Dari awal karirnya hingga kini, Dudung telah membuktikan bahwa semangat dan kerja keras dapat membawa seseorang dari keadaan yang sulit menjadi salah satu pemimpin tertinggi di militer.
Kini, mantan loper koran yang pernah ditempeleng dan ditendang tamtama itu berdiri tegak dan mengakhiri karier militer sebagai KSAD. Dia merupakan seorang jenderal bintang empat yang tegas dan dihormati di TNI.
(ams)
Lihat Juga :