Kisah Magis Jenderal Sarwo Edhie, Satu Teriakan Lantang Bikin Ciut Nyali Pasukan Musuh

Rabu, 11 September 2024 - 09:02 WIB
loading...
A A A
Dengan seragam tentara, Sarwo Edhie seolah mendapatkan "roh" yang diinginkannya. Ia menggeluti dunia prajurit dengan sepenuh hati. Kemudian ia memperdalam pendidikan militer di Magelang. Tahun 1945, di Magelang, ia membentuk batalyon dan menjadi Komandan Pasukan BKR (Barisan Keamanan Rakyat).

Ahmad Yani kemudian mengajak Sarwo Edhie membentuk batalyon baru, ia makin larut dalam kehidupan militer. Jiwa kepemimpinan Sarwo Edhie yang menonjol membuatnya terpilih menjadi Komandan Kompi Batalyon V Brigade IX, Divisi Diponegoro sampai tahun 1951.

Tahun 1949, Sarwo Edhie menikah dengan Sri Sunarti Hadiyah dalam kondisi serba sederhana. Sri baru saja lulus sekolah guru taman kanak-kanak dan belum sempat mencari pekerjaan ketika Sarwo Edhie mengajaknya menikah.

Ani Yudhoyono menuturkan awal pernikahan adalah masa penggojlokan Sri Sunarti sebagai istri prajurit. Alih-alih melewatkan masa bulan madu yang nyaman dan penuh dengan ketenangan, Sri Sunarti sudah diajak Sarwo Edhie mengungsi ke hutan karena situasi politik yang memanas. Pascakemerdekaan, pasukan Belanda masih merajalela dan mengincar prajurit-prajurit pro kemerdekaan.

Komandan Korps Baret Merah periode 1964-1967 termasuk salah satu orang yang menjadi target penangkapan Belanda. Bersama ratusan pengungsi, yang rata-rata adalah prajurit dan anak istrinya, Sarwo Edhie membawa Sri Sunarti menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju kawasan hutan di Magelang Timur dengan hanya membawa satu buntalan kain berisi sedikit pakaian. Sebelum mencapai hutan, pengungsi harus menyeberangi kali yang cukup lebar.

Konon hutan itu cukup ditakuti Belanda jadi dinilai aman sebagai tempat persembunyian. Walau begitu Belanda tetap melancarkan aksi pengepungan dan penangkapan terhadap tentara Indonesia. Hutan dengan medan yang sulit itu terus disisir Belanda. Tempat-tempat pengungsian setiap hari diwarnai situasi tegang, karena Belanda bisa muncul tiba-tiba dan menghabisi tentara Indonesia.

Dari tahun 1949 sampai 1950, Ani Yudhoyono menyebut Sarwo Edhie dan Sri Sunarti berpindah-pindah tempat dengan kondisi yang serba darurat dan tidak pernah sepi dari ancaman. Sering kali pasukan Belanda datang tiba-tiba dan menangkapi orang-orang yang dicurigai.

Agar selamat dan tidak ditanya-tanya tentang suami, para ibu muda biasanya langsung menggelung rambut sedemikian rupa sehingga dikira masih gadis. Saat itu memang ada simbol status wanita yang diisyaratkan dengan penataan rambut. Belanda selalu memancing kehadiran tentara dengan menginterogasi istri mereka.

Dalam situasi yang menegangkan itu sebuah peristiwa ajaib pernah terjadi. Ibunya bercerita, dalam sebuah pengungsian, ia dan Sarwo Edhie tinggal dalam sebuah bangunan besar mirip gudang. Tidak ada dinding-dinding di dalamnya, kecuali sekat-sekat kecil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Viral Mobil Dinas Bertanda...
Viral Mobil Dinas Bertanda Bintang 2 Diduga Lawan Arah, Ini Penjelasan TNI AD
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Rekomendasi
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved