Kisah Magis Jenderal Sarwo Edhie, Satu Teriakan Lantang Bikin Ciut Nyali Pasukan Musuh
Rabu, 11 September 2024 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Puluhan anak buah Sarwo Edhie beserta anak dan istri tinggal di sana. Sri Sunarti tidur bersama mereka beralas tikar. Selama beberapa hari di mana suasana cukup tenteram, tetapi suatu siang mereka dikejutkan oleh bunyi letusan senjata.
Segerombolan pasukan Belanda menemukan tempat itu dan langsung mengobrak-abrik. Mereka langsung mencurigai Sri Sunarti sebagai istri Sarwo Edhie. Dengan sigap Sri Sunarti segera mengonde rambutnya sedemikian rupa agar disangka gadis. Ia melakukannya dengan tangan gemetar karena was-was pasukan Belanda akan mencium keberadaan Sarwo Edhie di dalam rumah.
Di luar dugaan, Sarwo Edhie sekonyong-konyong keluar tanpa bisa dicegah istrinya. Herannya, Sarwo Edhie muncul dengan penampilan yang tidak biasa. Ia mengenakan kaos kaki panjang selutut.
Sarwo Edhie dengan berani memandang segerombolan pasukan Belanda itu, lalu meneriakkan serentetan kalimat yang tidak jelas. Suara teriakan Sarwo Edhie begitu lantang, sampai Sri Sunarti sendiri kaget mendengarnya.
Baca juga: Riwayat Karier Brigjen Enoh Solehudin, Danrem 152/Baabullah Ternate Eks Komandan Grup 1 Para Komando Kopassus
Magis. Bak kerbau dicocok hidungnya, pasukan Belanda mundur teratur dan menjauh tanpa suara. Sri Sunarti memandang dengan bingung. Apakah Belanda pergi karena kondenya atau karena teriakan suaminya? Saking takutnya, Sri Sunarti tidak bisa dengan jelas mendengar apa yang dikatakan Sarwo Edhie.
Tapi apa pun kalimat itu, tetap itu merupakan keajaiban karena tidak mungkin Belanda meninggalkan begitu saja target incaran mereka. Apalagi Sarwo Edhie adalah sosok yang sangat dicari. Ani Yudhoyono menuturkan sampai akhirnya hayatnya peristiwa itu masih diingat ibundanya dengan jelas.
Segerombolan pasukan Belanda menemukan tempat itu dan langsung mengobrak-abrik. Mereka langsung mencurigai Sri Sunarti sebagai istri Sarwo Edhie. Dengan sigap Sri Sunarti segera mengonde rambutnya sedemikian rupa agar disangka gadis. Ia melakukannya dengan tangan gemetar karena was-was pasukan Belanda akan mencium keberadaan Sarwo Edhie di dalam rumah.
Di luar dugaan, Sarwo Edhie sekonyong-konyong keluar tanpa bisa dicegah istrinya. Herannya, Sarwo Edhie muncul dengan penampilan yang tidak biasa. Ia mengenakan kaos kaki panjang selutut.
Sarwo Edhie dengan berani memandang segerombolan pasukan Belanda itu, lalu meneriakkan serentetan kalimat yang tidak jelas. Suara teriakan Sarwo Edhie begitu lantang, sampai Sri Sunarti sendiri kaget mendengarnya.
Baca juga: Riwayat Karier Brigjen Enoh Solehudin, Danrem 152/Baabullah Ternate Eks Komandan Grup 1 Para Komando Kopassus
Magis. Bak kerbau dicocok hidungnya, pasukan Belanda mundur teratur dan menjauh tanpa suara. Sri Sunarti memandang dengan bingung. Apakah Belanda pergi karena kondenya atau karena teriakan suaminya? Saking takutnya, Sri Sunarti tidak bisa dengan jelas mendengar apa yang dikatakan Sarwo Edhie.
Tapi apa pun kalimat itu, tetap itu merupakan keajaiban karena tidak mungkin Belanda meninggalkan begitu saja target incaran mereka. Apalagi Sarwo Edhie adalah sosok yang sangat dicari. Ani Yudhoyono menuturkan sampai akhirnya hayatnya peristiwa itu masih diingat ibundanya dengan jelas.
(kri)
Lihat Juga :