alexametrics

Dua Penyiram Air Keras Janda Mengaku Dibayar Rp4 Juta, Ini Dalangnya

loading...
Dua Penyiram Air Keras Janda Mengaku Dibayar Rp4 Juta, Ini Dalangnya
Dua pelaku penyiraman air keras terhadap janda mengaku dibayar Rp 4 Juta untuk menyiram korban. iNews TV/Fahrurozi
A+ A-
MERANGIN - Dua pelaku penyiraman air keras terhadap janda mengaku dibayar Rp 4 Juta untuk menyiram korban.

"Awalnya saya komunikasi lewat FB dan berlanjut di inbok oleh AZ sering saya panggilnya Datuk, dan dia menawarkan pekerjaan kepada saya dan minta tolong saya," ujar Habibi, saat dijumpai di Polres Merangin.

Dari percakapannya dengan AZ, pelaku diminta untuk menyiram air keras ke korban yang ternyata istri muda AZ. "Alasannya istri mudanya mulai berulah. Kemudian meminta saya untuk menyiram air keras, dan di janjikan akan dibayar untuk pekerjaan itu sebesar Rp4 juta. Karena kepepet uang untuk bayar kos dan makan keluarga, saya menyanggupinya," ujarnya Habibi.



Foto korban juga di kirim AZ kepada pelaku, dan di jelaskan keberadaan korban bekerja di warung. "Saya tidak kenal dengan korban, dan saya dikirimi foto korban, Setelah itu saya minta uang jalan sebesar Rp 500 ribu dan di berikan oleh istri tua AZ. Setelah itu saya beli air keras di Rantau panjang kemudian saya masukan kedalam botol plastik, bersama kawan saya Jimy langsung berangkat menuju warung dimana korban bekerja," katanya. (Baca: Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Janda Ditembak Janda).

Sementara itu pengakuan pelaku Jimy, Dirinya ikut membantu menyiram korban akibat tidak punya uang untuk membayar kredit motornya. "Saya terpaksa mau ikut ajakan Habibi, Karena saya juga butuh uang untuk bayar kredit motor dan membeli beras," ungkap Jimy.

Usai melakukan aksinya kedua pelaku yang berpura-pura membeli teh untuk mendekati korban, Setelah dekat korban pelaku langsung menyiram air keras dan melarikan diri.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak