MTQ 2024 Inovatif, Kontingen Harus Adaptif Terhadap Teknologi Digital
Jum'at, 06 September 2024 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Gagal Raih Brevet Komando, Dapat Kehormatan di Pemakaman Jenderal Ahmad Yani
Dengan sistem ini, diharapkan bisa memastikan data peserta terverifikasi dengan akurat dan valid serta meminimalisasi potensi kecurangan peserta dan lomba.
Proses penilaian lomba dilakukan secara real-time dan siapapun bisa memantau. Teknisnya setiap juri memasukkan nilai peserta langsung ke dalam sistem, dan hasilnya dapat dilihat secara langsung oleh panitia dan peserta.
Ketiga, e-Maqra, yakni aplikasi berisi 5.230 butir soal yang diperuntukkan bagi para peserta MTQ. Aplikasi ini dikembangkan sebagai alat pengacak soal dan bahan bacaan (maqra) agar bisa dilakukan secara lebih transparan, akurat dan meminimalkan potensi kesalahan atau manipulasi soal.
Sedangkan keempat live streaming, di mana melalui platform channel youtube Bimas Islam TV dan Subdit MTQ, live streaming memungkinkan masyarakat luas untuk menyaksikan rangkaian acara MTQ Nasional ke-30 secara langsung.
"Lewat empat inovasi di atas, harapannya kualitas MTQ bisa semakin baik. Artinya bisa memotret kualitas yang sebenarnya sebab semua bisa mengetahui dan tidak ada ruang 'main mata' antara juri dan suatu kontingen misalnya," tandas Fauzin.
Dia mengungkapkan, digitalisasi MTQ ini adalah wujud nyata upaya Kementerian Agama mempercepat transformasi layanan digital yang juga menjadi salah satu program prioritas.
Dengan sistem ini, diharapkan bisa memastikan data peserta terverifikasi dengan akurat dan valid serta meminimalisasi potensi kecurangan peserta dan lomba.
Proses penilaian lomba dilakukan secara real-time dan siapapun bisa memantau. Teknisnya setiap juri memasukkan nilai peserta langsung ke dalam sistem, dan hasilnya dapat dilihat secara langsung oleh panitia dan peserta.
Ketiga, e-Maqra, yakni aplikasi berisi 5.230 butir soal yang diperuntukkan bagi para peserta MTQ. Aplikasi ini dikembangkan sebagai alat pengacak soal dan bahan bacaan (maqra) agar bisa dilakukan secara lebih transparan, akurat dan meminimalkan potensi kesalahan atau manipulasi soal.
Sedangkan keempat live streaming, di mana melalui platform channel youtube Bimas Islam TV dan Subdit MTQ, live streaming memungkinkan masyarakat luas untuk menyaksikan rangkaian acara MTQ Nasional ke-30 secara langsung.
"Lewat empat inovasi di atas, harapannya kualitas MTQ bisa semakin baik. Artinya bisa memotret kualitas yang sebenarnya sebab semua bisa mengetahui dan tidak ada ruang 'main mata' antara juri dan suatu kontingen misalnya," tandas Fauzin.
Dia mengungkapkan, digitalisasi MTQ ini adalah wujud nyata upaya Kementerian Agama mempercepat transformasi layanan digital yang juga menjadi salah satu program prioritas.
Lihat Juga :