alexametrics

Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk, Terdeteksi Ada 691 Titik Panas

loading...
Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk, Terdeteksi Ada 691 Titik Panas
Pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan dilihat dari indikator PM 2,5 mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921. Grafis/Istimewa/BNPB
A+ A-
JAKARTA - Pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan dilihat dari indikator PM 2,5 mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921. Kualitas udara yang buruk seiring banyak jumlah titik panas atau hotspot mencapai 691 titik atau tertinggi di antara wilayah lain, seperti Riau, Jambi, dan beberapa wilayah Kalimantan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, dilihat dari sebaran titik panas di wilayah Sumatera, arah angin pada umumnya mengarah dari tenggara ke barat laut. Arah sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah barat laut.

“Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (14/10/2019).



Agus Wibowo menambahkan, BNPB mengerahkan 7 unit helikopter untuk melakukan pengeboman air atau waterbombing. Air yang digunakan untuk pengeboman sudah mencapai 66 juta liter air, sedangkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah mengelontorkan sekitar 14.000 garam (NaCl).

“Operasi udara ini didukung juga personel darat gabungan mencapai lebih 8.000 personel. Penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus berlangsung hingga kini,” ujarnya. (Baca juga; Asap Pekat Selimuti Palembang, Sekolah Diliburkan Kembali)

Data BNPB per 14 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB mencatat jumlah titik panas mencapai 1.184. Pantauan titik panas berdasarkan citra satelit modis-catalog Lapan dalam 24 jam terakhir.

BMKG merilis citra sebaran asap pada hari ini tidak terdeteksi adanya transboundary haze atau asap yang melewati batas negara. Data tersebut diambil dari citra satelit Himawari pada Senin (14/10/2019). Dari citra satelit itu, terpantau persebaran asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Sementara itu, KLHK mencatat kualitas udara dengan parameter PM 2,5 di beberapa wilayah menunjukkan tingkat yang memburuk. Kualitas udara Jambi menunjukkan angka 235 sangat tidak sehat, Kalimantan Tengah 102 tidak sehat, Kalimantan Selatan 174 sangat tidak sehat dan Riau 51 atau tidak sehat.

Sedangkan sebaran titik panas di beberapa wilayah sebagai berikut, Sumatera Selatan berjumlah 691 titik, Kalimantan Tengah (230), Jambi (117), Kalimantan Selatan (28), Riau (16), dan Kalimantan Barat (12). (Baca juga; Asap Pekat Turun di Merangin Jambi, Warga Keluhkan Hidung Panas dan Mata Perih)
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak