Mengenal Heyriyok, Musisi Lokal Solo yang Mulai Tampil di Panggung Besar
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Gayung bersambut, sejumlah teman yang dulu menjadi additional player atas lagu-lagunya, pada waktu hampir bersamaan ternyata pulang ke Solo.
Mereka ada yang pulang dari China, Jakarta dan sejumlah daerah lain. Menjelang manggung, ia bersama teman-temannya sudah melakukan latihan bareng.
Hanya saja diakui, untuk kumpul dan latihan bareng agak susah mencari waktunya. Sebab mereka juga memiliki kesibukan lain, di antaranya juga memiliki band sendiri-sendiri, rekaman atau tur.
Saat Festival Musik PROJEK-D VOL.3, dirinya mendapat giliran manggung pada 7 September 2024 sekitar pukul 16.00 WIB untuk pembukaan.
Diakuinya, festival ini memberikan ruang bagi musisi lokal untuk lebih dikenal publik. Sebab di Solo sejauh ini, dirinya menilai masih kurang adanya wadah untuk musisi pemula. Para musisi pemula tidak mungkin langsung naik ke panggung besar karena kriterianya tak sembarangan.
Disinggung mengenai tarif manggung, bayaran di festifal ini merupakan yang termahal sepanjang karir bermusiknya saat ini. Heyriyok menyebut ia belum memiliki manajer yang mengurus kepentingannya di dunia musik. Semuanya masih dikerjakan sendiri meski terkadang cukup repot.
Pada bagian lain, Project Director PROJEK-D, Rumpoko Adi mengatakan, Dyandra Promosindo memiliki komitmen untuk memberikan aksi nyata dalam mendukung serta memajukan industri musik Indonesia.
Pihaknya kembali menghadirkan program Cekson untuk memberikan kesempatan kepada musisi lokal Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk tampil di festival ini.
“Kegiatan ini sebagai wujud dukungan kami untuk terus memberikan wadah bagi musisi pendatang baru yang memiliki karya orisinil untuk tampil di atas panggung besar,” kata Rumpoko Adi.
Program Cekson sudah mulai sejak Juni 2024 dengan pengumpulan karya-karya musisi lokal. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian dan proses kurasi karya pada bulan Juli 2024. Baru di Agustus 2024, panitia mengumumkan pemenang dari program Cekson.
Dua pemenang yang terpilih akan tampil di festival ini pada 7-8 September 2024 di De Tjolomadoe.
Mereka ada yang pulang dari China, Jakarta dan sejumlah daerah lain. Menjelang manggung, ia bersama teman-temannya sudah melakukan latihan bareng.
Hanya saja diakui, untuk kumpul dan latihan bareng agak susah mencari waktunya. Sebab mereka juga memiliki kesibukan lain, di antaranya juga memiliki band sendiri-sendiri, rekaman atau tur.
Saat Festival Musik PROJEK-D VOL.3, dirinya mendapat giliran manggung pada 7 September 2024 sekitar pukul 16.00 WIB untuk pembukaan.
Diakuinya, festival ini memberikan ruang bagi musisi lokal untuk lebih dikenal publik. Sebab di Solo sejauh ini, dirinya menilai masih kurang adanya wadah untuk musisi pemula. Para musisi pemula tidak mungkin langsung naik ke panggung besar karena kriterianya tak sembarangan.
Disinggung mengenai tarif manggung, bayaran di festifal ini merupakan yang termahal sepanjang karir bermusiknya saat ini. Heyriyok menyebut ia belum memiliki manajer yang mengurus kepentingannya di dunia musik. Semuanya masih dikerjakan sendiri meski terkadang cukup repot.
Pada bagian lain, Project Director PROJEK-D, Rumpoko Adi mengatakan, Dyandra Promosindo memiliki komitmen untuk memberikan aksi nyata dalam mendukung serta memajukan industri musik Indonesia.
Pihaknya kembali menghadirkan program Cekson untuk memberikan kesempatan kepada musisi lokal Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk tampil di festival ini.
“Kegiatan ini sebagai wujud dukungan kami untuk terus memberikan wadah bagi musisi pendatang baru yang memiliki karya orisinil untuk tampil di atas panggung besar,” kata Rumpoko Adi.
Program Cekson sudah mulai sejak Juni 2024 dengan pengumpulan karya-karya musisi lokal. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian dan proses kurasi karya pada bulan Juli 2024. Baru di Agustus 2024, panitia mengumumkan pemenang dari program Cekson.
Dua pemenang yang terpilih akan tampil di festival ini pada 7-8 September 2024 di De Tjolomadoe.
(ams)
Lihat Juga :