Borobudur Ulambana Nasional 2024 dan Pradaksina Merdeka Sukses Digelar di Candi Borobudur
Senin, 26 Agustus 2024 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum MUNI, Lama Rama Santoso Liem, menyatakan bahwa Ulambana Nasional ini adalah yang pertama di dunia, menyatukan tiga tradisi besar Buddhisme—Theravada, Mahayana, dan Tantrayana—dalam satu upacara. Agus Jaya, Ketua Umum MBMI, menambahkan bahwa kegiatan ini biasanya dilaksanakan di vihara-vihara masing-masing, namun tahun ini diadakan secara nasional untuk menyatukan umat Buddha dalam doa dan perbuatan baik.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, acara Pradaksina Merdeka juga digelar untuk pertama kalinya di pelataran Candi Borobudur. Diinisiasi oleh InJourney Destination Management dan Meccaya, prosesi pradaksina ini dimulai dari Taman Marga Utama menuju Candi Borobudur, dipimpin oleh barisan Paskibra dan duta wisata Kabupaten Magelang, diikuti para pemuka agama, Bhikku, dan peserta lainnya.
General Manager TWC Borobudur, AY. Suhartanto, menyatakan bahwa Pradaksina Merdeka ini adalah simbol dari kemerdekaan yang sejati—tidak hanya dari penjajahan, tetapi juga dari segala bentuk perpecahan. "Kesatuan pada hari ini menjadi wujud nyata kemerdekaan, memerdekakan jiwa untuk hidup rukun dan damai, menyongsong Indonesia Maju," tuturnya.
Jeffry Yunus, Dewan Penasehat acara Ulambana Nasional, menutup acara dengan harapan bahwa Ulambana Nasional akan kembali diselenggarakan tahun depan dengan lebih banyak partisipasi umat Buddha dari seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, acara Pradaksina Merdeka juga digelar untuk pertama kalinya di pelataran Candi Borobudur. Diinisiasi oleh InJourney Destination Management dan Meccaya, prosesi pradaksina ini dimulai dari Taman Marga Utama menuju Candi Borobudur, dipimpin oleh barisan Paskibra dan duta wisata Kabupaten Magelang, diikuti para pemuka agama, Bhikku, dan peserta lainnya.
General Manager TWC Borobudur, AY. Suhartanto, menyatakan bahwa Pradaksina Merdeka ini adalah simbol dari kemerdekaan yang sejati—tidak hanya dari penjajahan, tetapi juga dari segala bentuk perpecahan. "Kesatuan pada hari ini menjadi wujud nyata kemerdekaan, memerdekakan jiwa untuk hidup rukun dan damai, menyongsong Indonesia Maju," tuturnya.
Jeffry Yunus, Dewan Penasehat acara Ulambana Nasional, menutup acara dengan harapan bahwa Ulambana Nasional akan kembali diselenggarakan tahun depan dengan lebih banyak partisipasi umat Buddha dari seluruh Indonesia.
(hri)
Lihat Juga :