Kapal Legendaris Lancang Kuning Abad Ke-12 Ditemukan di Lagoi Bintan
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip artikel jurnal penelitian yang ditulis oleh arkeolog Agni Mochtar, Nahar Cahyandaru, Chiara Zazzaro, dan Chiara Visconti pada Agustus 2023, tim gabungan dari Pusat Penelitian Arkeologi Lingkungan, Arkeologi Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN dan University of Napoli L'Orientale memulai proyek penelitian bangkai kapal yang ditemukan pada tahun 2016 di salah satu pantai di Lagoi, Bintan.
Diketahui, perairan Bintan telah lama dikenal sebagai jalur pelayaran penting yang menghubungkan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Samudra Hindia.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak bangkai kapal kuno yang ditemukan di sekitar wilayah ini, meski hanya sedikit yang diteliti secara mendalam.
Menurut penelitian sebelumnya, bangkai kapal ini berada dalam kondisi yang sangat baik di sebuah pantai yang secara lokal dikenal sebagai Pantai Lancang Kuning, dinamakan demikian karena keberadaan kapal tersebut.
Lancang Kuning, dalam tradisi Riau, merujuk pada kapal kerajaan yang biasanya ditandai dengan warna kuning pada layar atau lambungnya.
Kapal ini dianggap sebagai legenda oleh masyarakat setempat karena sering muncul dan menghilang, terutama saat musim muson. Bangkai kapal ini terakhir kali terlihat saat badai besar pada tahun 2016.
Diketahui, perairan Bintan telah lama dikenal sebagai jalur pelayaran penting yang menghubungkan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Samudra Hindia.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak bangkai kapal kuno yang ditemukan di sekitar wilayah ini, meski hanya sedikit yang diteliti secara mendalam.
Menurut penelitian sebelumnya, bangkai kapal ini berada dalam kondisi yang sangat baik di sebuah pantai yang secara lokal dikenal sebagai Pantai Lancang Kuning, dinamakan demikian karena keberadaan kapal tersebut.
Lancang Kuning, dalam tradisi Riau, merujuk pada kapal kerajaan yang biasanya ditandai dengan warna kuning pada layar atau lambungnya.
Kapal ini dianggap sebagai legenda oleh masyarakat setempat karena sering muncul dan menghilang, terutama saat musim muson. Bangkai kapal ini terakhir kali terlihat saat badai besar pada tahun 2016.
(shf)
Lihat Juga :