Banjir dan Karhutla Dominasi Kejadian Bencana di Penajam Paser Utara
Senin, 19 Agustus 2024 - 21:23 WIB
loading...
BNPB menyatakan operasi modifikasi cuaca di kawasan IKN tidak terlepas dari kondisi fenomena kebencanaan di Penajam Paser Utara, Kaltim. Foto/BNPB
A
A
A
PENAJAM PASER UTARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, operasi modifikasi cuaca (OMC) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak terlepas dari kondisi fenomena kebencanaan di Penajam Paser Utara (PUU), Kaltim.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan hal itu dalam acara Disaster Briefing: Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Timur dan Megathrust di Indonesia melalui YouTube BNPB Indonesia, Senin (19/8/2024).
Baca juga: Banjir Terjang Penajam Paser Utara, BNPB: 1.216 Jiwa Terdampak
"Jadi untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur khususnya di daerah IKN ini sebenarnya tidak lepas dari kondisi fenomena hujan dan kebencanaan yang ada di daerah khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Abdul.
Abdul mengatakan, berdasarkan data BNPB, banjir serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendominasi kejadian bencana di PPU dalam lima tahun terakhir.
"Paling signifikan itu kejadian karhutla dengan 44 persen. 2019 periode el nino maka yang paling dominan itu Karhutla. Lewat periode El Nino kemudian masuk periode La Nina maka yang dominan itu banjir. 2022-2023 periode El Nino sangat signifikan Karhutla," katanya.
Artinya, lanjut Abdul, karakteristik kejadian bencana di PUU ini akan mengikuti karakteristik fenomena global.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan hal itu dalam acara Disaster Briefing: Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Timur dan Megathrust di Indonesia melalui YouTube BNPB Indonesia, Senin (19/8/2024).
Baca juga: Banjir Terjang Penajam Paser Utara, BNPB: 1.216 Jiwa Terdampak
"Jadi untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur khususnya di daerah IKN ini sebenarnya tidak lepas dari kondisi fenomena hujan dan kebencanaan yang ada di daerah khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Abdul.
Abdul mengatakan, berdasarkan data BNPB, banjir serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendominasi kejadian bencana di PPU dalam lima tahun terakhir.
"Paling signifikan itu kejadian karhutla dengan 44 persen. 2019 periode el nino maka yang paling dominan itu Karhutla. Lewat periode El Nino kemudian masuk periode La Nina maka yang dominan itu banjir. 2022-2023 periode El Nino sangat signifikan Karhutla," katanya.
Artinya, lanjut Abdul, karakteristik kejadian bencana di PUU ini akan mengikuti karakteristik fenomena global.
Lihat Juga :