Kisah Heroik Laskar Wanita, Pasukan Intelijen Khusus Penghubung Pejuang Gerilyawan Arek Malang
Senin, 19 Agustus 2024 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Dengan cara ini, mereka berhasil mengelabui pemeriksaan ketat Belanda. "Para perempuan ini membawa pesan berupa surat biasanya yang ditaruh di pantatnya, supaya kalau digeledah kan tidak ketahuan," kata pengelola Museum Reenactor ini.
Pesan-pesan yang dibawa oleh para perempuan pemberani ini bukanlah hal sepele. Mereka mengantarkan informasi penting mengenai pergerakan pasukan, kapan saatnya mundur atau menyerang, hingga strategi untuk menyatukan kekuatan di berbagai wilayah. Mereka menjadi jembatan komunikasi antara tokoh-tokoh penting seperti Hamid Rusdi dan Kapten Soendjoto, serta pejuang lainnya.
"Kalau isi pesannya itu biasanya, kapan saatnya mundur, maju melakukan serangan kapan, sampai perubahan strategi, hingga penggabungan antar pasukan," tambahnya.
Laskar Wanita ini dipimpin oleh Soeprapti, dan anggotanya terdiri dari perempuan-perempuan tangguh seperti Tutuk Rukamah, Soekesi, Nurul Komariah Soetowidjojo, Marhati, Petty Soeparmi Kadarisman, dan Ninik Suratmi. Meski hanya sebagian nama yang tercatat dalam sejarah, sebenarnya banyak perempuan lain yang ikut terlibat dalam perjuangan ini, menyamar sebagai pedagang sayur dan lainnya untuk menjalankan misi berbahaya ini.
Dengan peran yang luar biasa ini, Laskar Wanita atau Laswi menjadi mata dan telinga bagi gerilyawan pejuang, memastikan mereka tetap waspada dan dapat menghindari serangan mendadak dari Belanda. Kisah keberanian dan kecerdikan mereka merupakan bukti bahwa perempuan juga memiliki andil besar dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pesan-pesan yang dibawa oleh para perempuan pemberani ini bukanlah hal sepele. Mereka mengantarkan informasi penting mengenai pergerakan pasukan, kapan saatnya mundur atau menyerang, hingga strategi untuk menyatukan kekuatan di berbagai wilayah. Mereka menjadi jembatan komunikasi antara tokoh-tokoh penting seperti Hamid Rusdi dan Kapten Soendjoto, serta pejuang lainnya.
"Kalau isi pesannya itu biasanya, kapan saatnya mundur, maju melakukan serangan kapan, sampai perubahan strategi, hingga penggabungan antar pasukan," tambahnya.
Laskar Wanita ini dipimpin oleh Soeprapti, dan anggotanya terdiri dari perempuan-perempuan tangguh seperti Tutuk Rukamah, Soekesi, Nurul Komariah Soetowidjojo, Marhati, Petty Soeparmi Kadarisman, dan Ninik Suratmi. Meski hanya sebagian nama yang tercatat dalam sejarah, sebenarnya banyak perempuan lain yang ikut terlibat dalam perjuangan ini, menyamar sebagai pedagang sayur dan lainnya untuk menjalankan misi berbahaya ini.
Dengan peran yang luar biasa ini, Laskar Wanita atau Laswi menjadi mata dan telinga bagi gerilyawan pejuang, memastikan mereka tetap waspada dan dapat menghindari serangan mendadak dari Belanda. Kisah keberanian dan kecerdikan mereka merupakan bukti bahwa perempuan juga memiliki andil besar dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
(hri)
Lihat Juga :