Perlawanan Arek-arek Malang dalam Perang Pertahankan Kemerdekaan Melawan Belanda di Coban Jahe
Senin, 12 Agustus 2024 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
“Keberhasilan ini karena pasukan Belanda terfokus di Kalijahe menghadapi pasukan Sabar Sutopo. Ini merupakan keberhasilan dari kepentingan strategi, masuknya Kompi Gagak Lodra memandu berbagai pasukan yang akan melakukan wingate action menuju ke arah timur,” paparnya.
Meski porak-poranda oleh serangan Belanda, Kompi Gagak Lodra akhirnya dapat dibangun kembali, bahkan dengan kekuatan yang berlipat ganda. Setelah pertempuran di Kalijahe, pasukan yang tersisa berkumpul kembali di Garotan, Wajak.
“Berkat konsolidasi yang dilakukan secara terus menerus selama tiga bulan, ditambah lagi dengan kedatangan pasukan Letnan Soemodiharjo (yang terkenal sebagai pasukan penangkis serangan udara), Kompi Gagak Lodra kembali dapat dibangun. Pasukan Letnan Soemodiharjo membawa banyak senjata berat yang terdiri dari senapan mesin 12.7, 13.2, mortir 8 dan beberapa pucuk senjata ringan,” lanjutnya.
Dengan kekuatan utuh tersebut lanjut Eko, Kompi Gagak Lodra mampu mempertahankan daerah Garotan dan sekitarnya (kecamatan Wajak). Bahkan berulang-ulang mereka melakukan serangan ke pos-pos Belanda di Wajak, Codo, dan Turen.
“Beberapa kali pasukan Belanda mencoba menyusup ke daerah basis gerilya tetapi kami gagalkan karena kerjasama antara tentara dan rakyat yang terjalin erat, sehingga gerak langkah Belanda selalu diawasi terus dan dilaporkan ke markas gerilya,” pungkasnya.
Meski porak-poranda oleh serangan Belanda, Kompi Gagak Lodra akhirnya dapat dibangun kembali, bahkan dengan kekuatan yang berlipat ganda. Setelah pertempuran di Kalijahe, pasukan yang tersisa berkumpul kembali di Garotan, Wajak.
“Berkat konsolidasi yang dilakukan secara terus menerus selama tiga bulan, ditambah lagi dengan kedatangan pasukan Letnan Soemodiharjo (yang terkenal sebagai pasukan penangkis serangan udara), Kompi Gagak Lodra kembali dapat dibangun. Pasukan Letnan Soemodiharjo membawa banyak senjata berat yang terdiri dari senapan mesin 12.7, 13.2, mortir 8 dan beberapa pucuk senjata ringan,” lanjutnya.
Dengan kekuatan utuh tersebut lanjut Eko, Kompi Gagak Lodra mampu mempertahankan daerah Garotan dan sekitarnya (kecamatan Wajak). Bahkan berulang-ulang mereka melakukan serangan ke pos-pos Belanda di Wajak, Codo, dan Turen.
“Beberapa kali pasukan Belanda mencoba menyusup ke daerah basis gerilya tetapi kami gagalkan karena kerjasama antara tentara dan rakyat yang terjalin erat, sehingga gerak langkah Belanda selalu diawasi terus dan dilaporkan ke markas gerilya,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :