Pejabat di Grobogan Tak Pakai Masker, Ini Reaksi Gubernur Jateng
Selasa, 25 Agustus 2020 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
"Semua, banyak. Kita ini kan seringkali tidak tertib, siapa pun di antara kita. Ternyata ketidaktertiban itu muncul bukan karena kita menyalahkan masyarakat, ayo dicekeli (ditangkap) sampai sekarang lagi dioperasi kan? Kemarin juga ada yang berontak, melawan. Kalau kita sendiri, pejabatnya, tidak kasih contoh ya bahaya itu," katanya.
"Maka saya bilang jangan ada kengeyelan dari pemerintahan. Ya ada dari eksekutif, legislatif, dan semuanya. Jangan ada dari kita kengenyelan. Kalau kita tidak bisa memberikan contoh ya tidak bisa (tertib)," tegasnya.
Kritik yang ia sampaikan itu tidak hanya terkait acara peresmian di Kabupaten Grobogan itu saja. Ia juga mengkritisi beberapa pihak yang juga membuat event besar di tengah kondisi pandemi COVID-19 di Jawa Tengah masih belum melandai bahkan melantai. Terlebih event yang dibuat juga menimbulkan kerumunan tanpa memperhatikan jaga jarak.
"Kemarin juga ada mal dibuka, langsung saya kontak tidak boleh Anda seperti itu. Sudah siap lho, iya tapi kan siapnya di atas kertas, tidak siap untuk mengontrol. Ini contoh-contoh," kata Ganjar.(Baca juga : Kisah Kapten Sanjoto, Kawal Jenderal Soedirman Wonogiri-Ponorogo )
Pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan. Ia juga meminta untuk meningkatkan ketertiban adaptasi kebiasaan baru yang saat ini masih belum adaptif. Ganjar bahkan tidak akan berhenti untuk terus berteriak dan mengingatkan tentang tertib protokol kesehatan.
"Maka saya bilang jangan ada kengeyelan dari pemerintahan. Ya ada dari eksekutif, legislatif, dan semuanya. Jangan ada dari kita kengenyelan. Kalau kita tidak bisa memberikan contoh ya tidak bisa (tertib)," tegasnya.
Kritik yang ia sampaikan itu tidak hanya terkait acara peresmian di Kabupaten Grobogan itu saja. Ia juga mengkritisi beberapa pihak yang juga membuat event besar di tengah kondisi pandemi COVID-19 di Jawa Tengah masih belum melandai bahkan melantai. Terlebih event yang dibuat juga menimbulkan kerumunan tanpa memperhatikan jaga jarak.
"Kemarin juga ada mal dibuka, langsung saya kontak tidak boleh Anda seperti itu. Sudah siap lho, iya tapi kan siapnya di atas kertas, tidak siap untuk mengontrol. Ini contoh-contoh," kata Ganjar.(Baca juga : Kisah Kapten Sanjoto, Kawal Jenderal Soedirman Wonogiri-Ponorogo )
Pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan. Ia juga meminta untuk meningkatkan ketertiban adaptasi kebiasaan baru yang saat ini masih belum adaptif. Ganjar bahkan tidak akan berhenti untuk terus berteriak dan mengingatkan tentang tertib protokol kesehatan.
(nun)
Lihat Juga :