HK Sediakan Sarana Air Bersih bagi Ribuan KK di Desa Batu Teritip Dumai
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Adjib menjelaskan bahwa dalam proses pekerjaan pembangunan sarana air bersih, seluruhnya melibatkan sumber daya manusia dari masyarakat sekitar desa dan menggunakan metode yang mereka kembangkan sendiri.
“Setelah serah terima ini, kami harap masyarakat Desa Batu Teritip dapat mengelola sarana air bersih dengan baik dan memanfaatkannya secara merata, kuota yang diberikan per KK sebanyak 240 liter/hari. Hutama Karya juga melibatkan satu orang lokal hero yang akan mengawasi langsung mengenai proses, perawatan, dan pemeliharaan sarana air bersih tersebut,” terangnya.
Pembangunan sarana air bersih ini menggunakan metode Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang merupakan mesin pengolahan air payau menjadi air tawar, disesuaikan dengan kondisi lahan sekitar yang berjenis gambut dan juga lingkungan desa yang dekat dengan laut.
Sehingga tindakan filterisasi ini menjadi solusi paling tepat agar air yang dihasilkan layak konsumsi. Penyedia alat air bersih yang selanjutnya diaplikasikan di Desa Batu Teritip untuk keperluan air bersih adalah Indra Karya.
Sedangkan Hutama Karya bersama Nindya Karya dan Brantas Abipraya berperan sebagai donatur yang menyediakan keperluan dana.
Selama pembangunannya, tidak terdapat tantangan yang berarti, namun jauhnya akses menuju Desa Batu Teritip dari Kota Dumai menyebabkan suplai kebutuhan material yang memerlukan waktu cukup lama hingga sampai ke lokasi pekerjaan sarana air bersih.
“Kami titip, sarana air bersih tersebut dirawat dengan baik oleh pihak desa dan masyarakat sehingga warga Desa Batu Teritip menjadi lebih mandiri dan terpenuhinya kebutuhan air bersihnya,” tutup Adjib.
“Setelah serah terima ini, kami harap masyarakat Desa Batu Teritip dapat mengelola sarana air bersih dengan baik dan memanfaatkannya secara merata, kuota yang diberikan per KK sebanyak 240 liter/hari. Hutama Karya juga melibatkan satu orang lokal hero yang akan mengawasi langsung mengenai proses, perawatan, dan pemeliharaan sarana air bersih tersebut,” terangnya.
Pembangunan sarana air bersih ini menggunakan metode Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang merupakan mesin pengolahan air payau menjadi air tawar, disesuaikan dengan kondisi lahan sekitar yang berjenis gambut dan juga lingkungan desa yang dekat dengan laut.
Sehingga tindakan filterisasi ini menjadi solusi paling tepat agar air yang dihasilkan layak konsumsi. Penyedia alat air bersih yang selanjutnya diaplikasikan di Desa Batu Teritip untuk keperluan air bersih adalah Indra Karya.
Sedangkan Hutama Karya bersama Nindya Karya dan Brantas Abipraya berperan sebagai donatur yang menyediakan keperluan dana.
Selama pembangunannya, tidak terdapat tantangan yang berarti, namun jauhnya akses menuju Desa Batu Teritip dari Kota Dumai menyebabkan suplai kebutuhan material yang memerlukan waktu cukup lama hingga sampai ke lokasi pekerjaan sarana air bersih.
“Kami titip, sarana air bersih tersebut dirawat dengan baik oleh pihak desa dan masyarakat sehingga warga Desa Batu Teritip menjadi lebih mandiri dan terpenuhinya kebutuhan air bersihnya,” tutup Adjib.
Lihat Juga :