Pupuk Indonesia Siap Pasok Kebutuhan Pupuk untuk Program Perluasan Areal Tanam dan Pompanisasi
Kamis, 08 Agustus 2024 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
"Stok pupuk saat ini cukup melimpah, produksi mencukupi, dan kami memiliki cadangan yang melebihi ketentuan minimum. Pupuk Indonesia siap memenuhi kebutuhan pupuk untuk mendukung program penambahan lahan pertanian baru ini. Namun, kami mencatat bahwa banyak petani yang sudah terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi belum menebus hak mereka. Baru sekitar separuh dari mereka yang tercatat sudah menebus," tegas Rahmad.
Hingga 6 Agustus 2024, Pupuk Indonesia mencatat bahwa stok pupuk Urea mencapai 667.561 ton, atau 230 persen dari ketentuan minimum pemerintah. Sementara itu, stok Phonska sebesar 523.737 ton, atau 231 persen dari ketentuan minimum. Stok-stok ini tersebar di gudang-gudang lini I hingga lini III dan kios-kios, siap untuk ditebus oleh para petani.
Penebusan pupuk bersubsidi kini juga dipermudah melalui aplikasi iPubers yang tersedia di kios-kios. Petani hanya perlu membawa KTP untuk melakukan penebusan. Selain itu, Pupuk Indonesia terus meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2024, yang mengharuskan petani tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), dan menggarap lahan maksimal dua hektare.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan penambahan lahan pertanian baru seluas satu juta hektar, dengan Jawa Barat memiliki target 117 hektar. Lahan ini sebelumnya tidak produktif, namun dengan bantuan pompanisasi, diharapkan lahan tersebut dapat panen hingga empat kali setahun, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pompa-pompa yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh petani. Dengan frekuensi panen yang meningkat, kesejahteraan petani juga akan ikut terdongkrak,” tutup Sudaryono.
Hingga 6 Agustus 2024, Pupuk Indonesia mencatat bahwa stok pupuk Urea mencapai 667.561 ton, atau 230 persen dari ketentuan minimum pemerintah. Sementara itu, stok Phonska sebesar 523.737 ton, atau 231 persen dari ketentuan minimum. Stok-stok ini tersebar di gudang-gudang lini I hingga lini III dan kios-kios, siap untuk ditebus oleh para petani.
Penebusan pupuk bersubsidi kini juga dipermudah melalui aplikasi iPubers yang tersedia di kios-kios. Petani hanya perlu membawa KTP untuk melakukan penebusan. Selain itu, Pupuk Indonesia terus meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2024, yang mengharuskan petani tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), dan menggarap lahan maksimal dua hektare.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan penambahan lahan pertanian baru seluas satu juta hektar, dengan Jawa Barat memiliki target 117 hektar. Lahan ini sebelumnya tidak produktif, namun dengan bantuan pompanisasi, diharapkan lahan tersebut dapat panen hingga empat kali setahun, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pompa-pompa yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh petani. Dengan frekuensi panen yang meningkat, kesejahteraan petani juga akan ikut terdongkrak,” tutup Sudaryono.
(hri)
Lihat Juga :