Benteng Canggu, Simbol Kekuatan Kerajaan Singasari di Sungai Brantas

Rabu, 07 Agustus 2024 - 08:05 WIB
loading...
Benteng Canggu, Simbol...
Pelabuhan Canggu merupakan benteng besar milik Kerajaan Singasari. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
WISNUWARDHANA seorang raja berwibawa dari Kerajaan Singasari merupakan tokoh utama penguasa nusantara paling disegani. Kerajaan Singasari, yang menjadi cikal bakal wilayah Malang mengalami masa keemasan di bawah kepemimpinannya.

Wisnuwardhana, juga dikenal sebagai Rangga Wuni memerintah bersama Mahisa Campaka. Mahisa Campaka, yang memiliki gelar Bhatara Narasinga merupakan Ratu Angabhaya, sementara Rangga Wuni memimpin di Tumapel.

Keduanya, meski sama-sama laki-laki, berhasil menyatukan dua garis keturunan Singasari yang sebelumnya sering berseteru. Kepemimpinan yang solid ini membawa stabilitas dan keamanan yang lebih baik di Singasari dibandingkan era sebelumnya.

Baca Juga: Kisah Penumpasan Paraku, TNI dan Rakyat Bersatu Lawan Kaki Tangan Malaysia

Dalam Kitab Pararaton, Wisnuwardhana disebut membangun sebuah kuta atau kota, di wilayah utara Canggu. Dalam bahasa Jawa kuno, kuta berarti benteng atau tembok besar, yang menjadi benteng pelindung strategis bagi kerajaan.

Lokasi Canggu saat ini berada di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Letaknya yang strategis, dekat dengan cabang Sungai Brantas yang membelah menjadi Sungai Mas dan Sungai Porong menjadikan Canggu sebagai pelabuhan penting pada masa itu.

Dalam naskah Kidung Harşawijaya, rombongan Raden Wijaya diceritakan berlayar dari Madura ke Jawa dan berlabuh di Canggu. Sementara dalam Kidung Sunda, rombongan dari Sunda berlayar menuju Majapahit, berhenti di Pelabuhan Canggu, lalu berjalan ke lapangan Bubat.

Benteng Canggu dibangun pada tahun 1271 oleh Wisnuwardhana. Ada kemungkinan bahwa pembangunan tembok besar ini bertujuan untuk melindungi pelabuhan penting tersebut.

Baca Juga: Kisah Laksamana Malahayati, Singa Betina Tanah Rencong Penjaga Selat Malaka

Namun, beberapa interpretasi menyebutkan bahwa Wisnuwardhana hanya memulai pembangunan ini, sedangkan peresmiannya dilakukan oleh raja berikutnya yakni Raja Kertanagara.

Wisnuwardhana sendiri diyakini meninggal pada tahun 1268 menurut Nagarakratāgama, yang sering dianggap lebih valid daripada Pararaton. Wisnuwardhana juga dikenal karena berhasil menumpas pemberontakan Sang Lingganing Pati di Mahibit, daerah di utara Canggu.

Pertahanan pemberontak berhasil ditembus oleh Mahişa Bungalan, seorang punggawa Kerajaan Tumapel. Pemberontakan ini juga tercatat dalam Nagarakretagama pada pupuh 41, bait 2, yang menyebutkan bahwa Wisnuwardhana berhasil melenyapkan penjahat bernama Linggapati.

Benteng besar ini menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan Kerajaan Singasari di bawah kepemimpinan Wisnuwardhana. Namun, kisah di balik benteng ini masih menyimpan banyak misteri yang mengundang rasa penasaran hingga kini.

Apakah Wisnuwardhana benar-benar meresmikan benteng tersebut? Ataukah Kertanagara yang melanjutkan proyek ambisius ini? Kisah ini terus hidup dalam ingatan sejarah, menawarkan sekilas tentang masa kejayaan Singasari yang memikat.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Tingkatkan Kapasitas...
Tingkatkan Kapasitas Bongkar Muat, Pelabuhan Pelindo Tambah QCC
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved