Kemensos Salurkan Bantuan Sosial Usaha Mandiri Bagi 26 Eks Napiter

Senin, 24 Agustus 2020 - 22:56 WIB
loading...
Kemensos Salurkan Bantuan...
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos Waskito Budi Kusumo saat menyerahkan bantuan sosial usaha kemandirian bagi 26 eks napiter di wilayah Soloraya, Senin (24/8/2020). Foto: Ary Wahyu Wibowo
A A A
SOLO - Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kementerian Sosial ( Kemensos ) Waskito Budi Kusumo menyerahkan bantuan sosial usaha kemandirian bagi 26 eks narapidana terorisme (napiter) di wilayah Soloraya. Bantuan sebesar Rp166 juta diberikan melalui Yayasan Gema Salam yang dipimpin Joko Tri Harmanto alias Jack Harun.

“Bantuan yang disalurkan merupakan bukti bahwa Pemerintah memiliki rasa kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap rehabilitasi dan reintegrasi sosial eks napiter untuk kembali ke dalam masyarakat,” kata Waskito Budi Kusumo usai penyaluran bantuan di Kantor Dinas Sosial Solo, Senin (24/8/2020).

Bantuan diharapkan dapat membantu eks napiter menjadi insan yang lebih produktif. Sekaligus mendukung mereka untuk kembali diterima ke dalam masyarakat sekitarnya. (Baca juga: Anggota DPRD Bantul Positif COVID-19, Gedung Dewan Ditutup )

Program rehabilitasi sosial eks napiter tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan modal usaha saja. Namun dapat dilanjutkan dengan pendampingan sosial yang berkelanjutan. Dirinya juga meminta agar para pendamping sosial mampu melakukan advokasi dan membuka link serta akses eks napiter terhadap program-program Pemerintah lainnya. Seperti PKH, BPNT, Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat, dan program-program lainnya.

Dengan semakin banyak dan terpadu program-program tersebut dalam menyentuh eks Napiter, lanjutnya, akan semakin mempercepat dan mendukung penerimaan dari keluarga, masyarakat dan lingkungan sosialnya. Sebab selama ini, permasalahan umum yang sering kali dihadapi oleh eks napiter ketika selesai menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan atau Balai Pemasyarakatan adalah kesulitan ketika ingin kembali ke dalam masyarakat.

Kuatnya stigma dan diskriminasi, sangat berpengaruh pada berhasil tidaknya eks napiter dalam proses reintegrasi sosial. Hal ini dapat terlihat dari tidak sedikit eks napiter yang mengalami penolakan dari keluarga, kelompok dan masyarakat tempat di mana dia tinggal. Minimnya akses, kesempatan, dukungan keluarga dan masyarakat, mengakibatkan eks napiter frustasi, sulit mendapatkan pekerjaan, stres, depresi dan akhirnya kembali lagi ke jaringan lamanya.

Pimpinan Yayasan Gema Salam Joko Tri Harmanto alias Jack Harun mengatakan, para eks napiter banyak diantaranya yang telah mendirikan usaha. Seperti ternak kambing, ternak lele, berjualan online, dan ada juga yang bekerja menjadi karyawan servis AC. “Banyak yang memilih usaha pribadi karena lebih bebas, dan tidak terikat waktu,” ungkap Jack Harun. Dalam mengawali usaha, diakui rata rata mengalami jatuh bangun. Usaha yang dijalani sejauh ini baru cukup untuk makan saja.

Namun untuk menjadi besar dan sukses, diakui butuh waktu. Sehingga, mereka membutuhkan bimbingan dari elemen elemen terkait. “Semangat untuk membesarkan, disiplin dalam waktu, dan disiplin dalam bekerja masih kurang,” bebernya. Sehingga selain bantuan dalam bentuk tunai, ada bimbingan kewirausahaan atau bimbingan ke spiritual dan semangatnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belasan UMKM di Tangerang...
Belasan UMKM di Tangerang Dapat Bantuan Modal Usaha
Pemerataan Pendidikan,...
Pemerataan Pendidikan, Robert Kardinal Dorong Perluasan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua
Kemensos Sudah Salurkan...
Kemensos Sudah Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana Sumatera Rp100,4 Miliar
Kolaborasi Kantorpos...
Kolaborasi Kantorpos dan Kelurahan, Penyaluran BLT Kesra di Tangsel Tertib dan Efektif
Ratusan Lansia Ikut...
Ratusan Lansia Ikut Operasi Katarak Gratis Kemensos di RSUD Reda Bolo NTT
Operasi Katarak di Donggala,...
Operasi Katarak di Donggala, Lansia Hidup Bermartabat
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
LAN-Kemensos Dukung...
LAN-Kemensos Dukung Program Prioritas Presiden melalui Pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu
Soroti Penyaluran Bansos...
Soroti Penyaluran Bansos di Tengah Inflasi, Selly Gantina: Perkuat Fungsi Kemensos
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved