Kisah Heroik Halim Perdanakusuma, Pahlawan Penerbang Angkatan Udara dari Sampang Madura
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Setelah Jepang kalah dalam Perang Pasifik, sekutu mulai memasuki Indonesia. Pada 15 Oktober 1945, saat tentara Sekutu mendarat di Tanjung Priok, Jakarta, Halim Perdanakusuma, yang saat itu berpakaian Angkatan Udara Inggris, dicurigai sebagai tentara NICA.
Bahkan dipenjarakan di Kediri. Namun, berkat campur tangan Menteri Pertahanan Amir Syarifuddin, ia akhirnya dibebaskan. Dengan situasi perang yang semakin memanas, kebutuhan akan kekuatan udara menjadi sangat penting.
Baca Juga: Kisah Raden Wijaya Beri Penghargaan ke Petani usai Dinobatkan Jadi Raja Majapahit
R. Soerjadi Soerjadarma mendengar tentang pembebasan Halim Perdanakusuma dan segera mengajaknya bergabung dengan AURI. Halim menerima tawaran ini dan mulai mengabdi dengan pangkat Komodor Muda Udara.
Sebagai Perwira Operasi Udara dan instruktur navigasi di sekolah penerbangan yang didirikan Agustinus Adisutjipto, Halim berperan penting dalam perkembangan awal AURI. Pada 29 Juli 1947, ia memimpin serangan udara balasan atas agresi militer Belanda.
Bahkan dipenjarakan di Kediri. Namun, berkat campur tangan Menteri Pertahanan Amir Syarifuddin, ia akhirnya dibebaskan. Dengan situasi perang yang semakin memanas, kebutuhan akan kekuatan udara menjadi sangat penting.
Baca Juga: Kisah Raden Wijaya Beri Penghargaan ke Petani usai Dinobatkan Jadi Raja Majapahit
R. Soerjadi Soerjadarma mendengar tentang pembebasan Halim Perdanakusuma dan segera mengajaknya bergabung dengan AURI. Halim menerima tawaran ini dan mulai mengabdi dengan pangkat Komodor Muda Udara.
Sebagai Perwira Operasi Udara dan instruktur navigasi di sekolah penerbangan yang didirikan Agustinus Adisutjipto, Halim berperan penting dalam perkembangan awal AURI. Pada 29 Juli 1947, ia memimpin serangan udara balasan atas agresi militer Belanda.
Lihat Juga :