Warga Desa Tumpabiring Maros Kesulitan Air bersih
Senin, 24 Agustus 2020 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Salmiah menjelaskan, warga terpaksa menggunakan air kotor untuk keperluan sehari- hari, lantaran suplai air bersih dari truk tangki penjual air keliling dirasa begitu mahal semenjak pandemi COVID-19 merebak.
"Untuk keperluan mencuci dan mandi kita gunakan air kotor ini, sementara untuk minum kita tetap beli air galon. Dulu masih mampu beli air untuk mengisi tandon penampungan di rumah. Tapi semenjak corona, uang susah didapat, anak dan suami pada dirumahkan," keluhnya.
Selain dirinya, warga lain pun yang bermukim di pesisir Maros, juga merasakan hal yang sama, lantaran setiap tahun saat kemarau panjang tiba, krisis air bersih di wilayah pesisir sudah menjadi polemik tahunan yang tak kunjung usai.
Merekapun berharap besar kepada pemerintah untuk memberikan solusi, agar ke depannya masyarakat pesisir tak lagi bersusah payah untuk keperluan air bersih.
Diketahui di Kabupaten Maros, ada 3 kecamatan yang setiap tahunnya dilanda kekeringan dan krisis air bersih, yakni Kecamatan Marusu, Kecamatan Laun serta Kecamatan Bontoa. Kondisi ini diakibatkan tak adanya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah setempat.
"Untuk keperluan mencuci dan mandi kita gunakan air kotor ini, sementara untuk minum kita tetap beli air galon. Dulu masih mampu beli air untuk mengisi tandon penampungan di rumah. Tapi semenjak corona, uang susah didapat, anak dan suami pada dirumahkan," keluhnya.
Selain dirinya, warga lain pun yang bermukim di pesisir Maros, juga merasakan hal yang sama, lantaran setiap tahun saat kemarau panjang tiba, krisis air bersih di wilayah pesisir sudah menjadi polemik tahunan yang tak kunjung usai.
Merekapun berharap besar kepada pemerintah untuk memberikan solusi, agar ke depannya masyarakat pesisir tak lagi bersusah payah untuk keperluan air bersih.
Diketahui di Kabupaten Maros, ada 3 kecamatan yang setiap tahunnya dilanda kekeringan dan krisis air bersih, yakni Kecamatan Marusu, Kecamatan Laun serta Kecamatan Bontoa. Kondisi ini diakibatkan tak adanya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah setempat.
Lihat Juga :