Warga Desa Tumpabiring Maros Kesulitan Air bersih
Senin, 24 Agustus 2020 - 16:28 WIB
loading...
Seorang warga mengambil air dari penampungan tada hujan di Kabupaten Maros. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Warga Desa Tumpabiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel mulai merasakan dampak musim kemarau . Warga yang berdomisili di wilayah pesisir Maros ini, mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.
Sejak hujan tak lagi turun, warga pun terpaksa menggunakan air kubangan kotor yang sudah mengeluarkan bau untuk keperluan sehari-hari. Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa tahun lalu, dan terus terulang setiap memasuki musim kemarau.
Agar bisa mendapatkan air, warga harus berjalan kaki melalui pematang tambak dan sawahmenuju sebuah sumur penampungan tada hujan yang sudah mengering.
Baca juga: Kemarau Baru Mulai, Warga Selatan KBB Sudah Kesulitan Air Bersih
"Di sini kami merasakan krisis air sudah lama. Sejak Ramadhan kemarin, terpaksa kami sehari-harinya ambil air di sumur tadah hujan, itupun sudah sangat sedikit dan mulai berbau," jelas Salmiah salah seorang warga Desa Tumpabiring.
Sejak hujan tak lagi turun, warga pun terpaksa menggunakan air kubangan kotor yang sudah mengeluarkan bau untuk keperluan sehari-hari. Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa tahun lalu, dan terus terulang setiap memasuki musim kemarau.
Agar bisa mendapatkan air, warga harus berjalan kaki melalui pematang tambak dan sawahmenuju sebuah sumur penampungan tada hujan yang sudah mengering.
Baca juga: Kemarau Baru Mulai, Warga Selatan KBB Sudah Kesulitan Air Bersih
"Di sini kami merasakan krisis air sudah lama. Sejak Ramadhan kemarin, terpaksa kami sehari-harinya ambil air di sumur tadah hujan, itupun sudah sangat sedikit dan mulai berbau," jelas Salmiah salah seorang warga Desa Tumpabiring.
Lihat Juga :