Pembelajaran Tatap Muka Mulai Dilakukan di Beberapa Sekolah Dasar di Maros

Senin, 24 Agustus 2020 - 14:02 WIB
loading...
Pembelajaran Tatap Muka...
Sejumlah siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran tatap muka yang mulai diuji coba di Kabupaten Maros. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A A A
MAROS - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Maros melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah dasar (SD). Salah satunya di SDN 111 Polejiwa, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Uji coba di sekolah dasar ini merupakan langkah pemerintah setempat melakukan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Miris! 49 Anak-anak di Kabupaten Maros Terpapar COVID-19

Kepala Sekolah SDN 111 Polejiwa Maros Nur Asiyah mengatakan, pembukaan sekolah tatap muka ini dilakukan secara bertahap dengan memperketat protokol kesehatan. Kendati begitu, proses pembelajaran belum secara penuh dilakukan.

Ia menegaskan, proses belajar mengajar ini dilaksanakan sepanjang orang tua siswa telah membuat surat pernyataan persetujuan.

"Kami masih uji coba juga ini melaksanakan kegiatan tatap muka pertama di tengah pandemi. Berhubung anjuran Kadisdik Pemkab Maros sudah menganjurkan untuk melakukan sekolah tatap muka dan selama orang tua murid sudah menyatakan setuju dengan memberikan surat persetujuan untuk diisi, dan ini utamanya disampaikan bagi pelajar kelas 1 SD," ujarnya kepada wartawan Senin (24/8/2020).

Aisyah menambahkan, bagi orang tua siswa yang tidak setuju dengan proses tatap muka di sekolah, tetap bisa melaksanakan pembelajaran jarak jauh dari rumah dengan memanfaatkan jaringan internet.

"Ada juga orang tua siswa yang tidak setuju dan itu cuman beberapa saja, Kami juga tetap berikan materi pembelajaran daring untuk di rumah," katanya.

Baca juga: Disdik Maros Tumbuhkan Minat Baca Siswa Lewat Gerakan Macca

Dalam uji coba pembelajaran tatap muka ini, nantinya siswa akan di bagi dalam beberapa sesi. Kantin sekolah pun tidak akan dibuka guna menghindari kerumunan.

"Jadi setiap siswa-siswi yang akan masuk kelas dibagi dalam 2 sesi atau sistem shifting, sesi pertama jam 8 pagi sampai 10 dan jam 10-12 siang, ini pasti kita bagi dulu karena kita menerapkan protokol COVID-19 di mana setiap kelas itu hanya diisi oleh 10 orang siswa saja. Sebelum masuk kelas semua dicek suhu tubuhnya dan diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker saat proses belajar mengajar. Dan itu juga kantin kita akan tutup," katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Maros, H Takdir menegaskan pembelajaran tatap muka dalam uji coba ini bukan seperti pembelajaran di hari normal. Sebab, para siswa datang mengenakan pakaian biasa hanya mengambil tugas dan diberikan penjelasan dari gurunya.

"Jadi pemberitahuan sebelumnya itu orang tuanya saja murid yang disuruh ke sekolah untuk ambil tugas, jadi hari ini itu cuman penjelasan pelajaran saja yang di berikan beberapa jam ke depan," katanya.

Menurutnya, ini merupakan pembelajaran khusus yang agak sulit dimengerti oleh siswa untuk dianjurkan ke sekolah dengan menggunakan protokol kesehatan.

"Jadi intinya belum ada secara resmi imbauan dari pemerintah setempat. Ini juga baru mau kita bicarakan dengan Bupati sebentar, cuman memang saya minta seluruh sekolah untuk meminta data jumlah masker untuk setiap sekolah dan tempat cuci tangan yang akan disiapkan," jelasnya.

Baca juga: Puluhan ASN Terpapar COVID-19, Kantor Inspektorat Maros Dikosongkan

Salah satu orang tua siswa, Erni mengaku kerepotan selama proses belajar daring di rumah. Di mana jumlah jam pelajaran daring tidak sebanyak dibandingkan di sekolah.

"Yah selama pandemi ini kan anak saya belajar online terus, ini juga tidak efektif sih karena kalau disekolah kan lebih banyak mendapat jam pelajaran yang banyak. Dan ini juga mereka bisa konsultasi langsung dengan gurunya," bebernya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas! 20 Siswa dan Guru...
Awas! 20 Siswa dan Guru di Gunungkidul Terpapar Covid-19
Waspada! 3 Kasus Baru...
Waspada! 3 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Gunungkidul saat Kegiatan PTM di Sekolah
Pandemi Melandai, PTM...
Pandemi Melandai, PTM di Kota Bandung Digelar 100 Persen
Husairi Abdi Ajak Insan...
Husairi Abdi Ajak Insan Pendidik di Hulu Sungai Utara Terus Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Masuk Sekolah di Jabar...
Masuk Sekolah di Jabar 12 Mei 2022, Siswa-Tenaga Pendidik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik
Tren Positif COVID-19...
Tren Positif COVID-19 Terus Turun, Disdik Optimistis KBM Bisa 100% Usai Lebaran
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Unpad Gelar Pembelajaran...
Unpad Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Semester Genap
Rekomendasi
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
Ini Alasan Banyak Tentara...
Ini Alasan Banyak Tentara Israel Mulai Kecewa Berperang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved