alexametrics

Bupati Bakal Telusuri Keterangan Kemenag yang Sebut di Majalengka Ada 1.017 LGBT

loading...
Bupati Bakal Telusuri Keterangan Kemenag yang Sebut di Majalengka Ada 1.017 LGBT
Bupati Majalengka Karna Sobahi mengaku belum mengetahui secara rinci data jumlah lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) di daerah yang dipimpinnya. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
MAJALENGKA - Bupati Majalengka Karna Sobahi mengaku belum mengetahui secara rinci data jumlah lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) di daerah yang dipimpinnya. Untuk itu, dia berjanji akan menelusuri secara pasti keberadaan LGBT yang jumlahnya disebut mencapai 1.017 oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Yayat Hidayat.

"Itu datanya dari mana? Saya belum menyelusuri. No coment dulu, saya mau menelusuri dulu. Saya mau telusuri dulu, datanya dari mana, terus locusnya mereka, by name by adress nya di mana. Kita kan harus perlu bukti itu," kata Karna, Jumat (19/7/2019).

Beberapa hari terakhir, warga Kabupaten Majalengka dihebohkan dengan kabar banyaknya jumlah LGBT yang cukup tinggi. Kabar tersebut, bermula dari statment Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Yayat Hidayat saat menghadiri acara kegiatan Bimbingan Perkawinan, Selasa 16 Juli 2019.



Pernyataan tersebut, seperti status yang diunggah halaman fans page Kemenag Kabupaten Majalengka di media sosial (medsos) facebook (fb). Dalam unggahan itu, Yayat bahkan menyebutkan bahwa di Majalengka ada 1.017 LGBT, 300 Waria, 500 PSK, dan 125 di antaranya sudah HIV/AIDS.

Karna mengakui, isu tersebut sebenarnya pernah muncul sebelumnya. Kabar itu berawal dari ramainya perbincangan di medsos fb.

"Dulu pernah ada facebook itu ya, tapi nggak muncul lagi. Sekarang tiba-tiba muncul. Dari mana itu. Saya kaget juga. Kalau AIDS betul itu. Dicover juga oleh RS Cideres dan RS Majalengka. Kalau LGBT, saya kaget juga itu. Belum bisa meyakini, sampai ada data riil," jelasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak