Fenomena Embun Es Kembali Muncul di Dieng dan Bromo, Ini Penjelasan BMKG
Jum'at, 19 Juli 2024 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Ahmad Rozikin, seorang petani kentang asal Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, mengaku mengalami kerugian besar akibat fenomena ini. "Tanaman kentang saya layu dan mati. Kerugian yang harus saya tanggung mencapai puluhan juta rupiah," ungkap Ahmad dengan penuh kekecewaan.
Meskipun para petani telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi dampak embun es, seperti penyemprotan air, usaha tersebut terbukti tidak efektif. "Kami sudah mencoba berbagai cara, tapi embun es terus muncul setiap hari, membuat tanaman kentang tetap mati," tambah Ahmad.
Baca Juga: Dampak El Nino, Intensitas Embun Es di Kawasan Dieng Meningkat
BMKG menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin beberapa waktu terakhir adalah hal normal saat musim kemarau, terutama di wilayah Jawa Tengah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, menambahkan bahwa fenomena tersebut terjadi karena ketika memasuki puncak musim kemarau, tutupan awan relatif kecil sehingga radiasi bumi yang dipancarkan tidak memiliki hambatan atau penghalang.
Di sisi lain, fenomena embun es ini memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata unik yang dapat mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian lokal jika dikelola dengan baik.
Penurunan suhu ekstrem di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga menyebabkan munculnya fenomena embun es di sejumlah titik.
Meskipun para petani telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi dampak embun es, seperti penyemprotan air, usaha tersebut terbukti tidak efektif. "Kami sudah mencoba berbagai cara, tapi embun es terus muncul setiap hari, membuat tanaman kentang tetap mati," tambah Ahmad.
Baca Juga: Dampak El Nino, Intensitas Embun Es di Kawasan Dieng Meningkat
BMKG menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin beberapa waktu terakhir adalah hal normal saat musim kemarau, terutama di wilayah Jawa Tengah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, menambahkan bahwa fenomena tersebut terjadi karena ketika memasuki puncak musim kemarau, tutupan awan relatif kecil sehingga radiasi bumi yang dipancarkan tidak memiliki hambatan atau penghalang.
Di sisi lain, fenomena embun es ini memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata unik yang dapat mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian lokal jika dikelola dengan baik.
Penurunan suhu ekstrem di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga menyebabkan munculnya fenomena embun es di sejumlah titik.
Lihat Juga :