Sopir Ambulans RSUD Sintang Dimutasi usai Turunkan Jenazah Bayi di SPBU
Rabu, 17 Juli 2024 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memastikan bahwa setiap petugas menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan tanggung jawab," tambah Ridwan.
Insiden ini bermula saat Suardi, yang seharusnya tidak bertugas malam itu, menggantikan rekannya dan mengendarai ambulans yang menggunakan bahan bakar Dexlite seharga Rp 14.900 per liter.
Biaya bahan bakar tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan ambulans biasa yang ditanggung pemerintah, yaitu Rp 9.500 per liter. Selisih biaya Rp 5.400 dibebankan kepada keluarga pasien, yang menurut Suardi, telah dijelaskan kepada mereka.
Namun, keluarga pasien menunjukkan bukti pembayaran di kasir, yang menyebabkan perdebatan antara Suardi dan keluarga pasien. Karena tidak mencapai kesepakatan, Suardi memutuskan untuk menurunkan jenazah bayi di SPBU agar bisa mengganti ambulans dengan yang biasa.
"Saya minta pergantian kepada pihak keluarga sehingga timbul perselisihan. Saya menurunkan pasien dengan mengganti ambulans," jelas Suardi.
Insiden ini bermula saat Suardi, yang seharusnya tidak bertugas malam itu, menggantikan rekannya dan mengendarai ambulans yang menggunakan bahan bakar Dexlite seharga Rp 14.900 per liter.
Biaya bahan bakar tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan ambulans biasa yang ditanggung pemerintah, yaitu Rp 9.500 per liter. Selisih biaya Rp 5.400 dibebankan kepada keluarga pasien, yang menurut Suardi, telah dijelaskan kepada mereka.
Namun, keluarga pasien menunjukkan bukti pembayaran di kasir, yang menyebabkan perdebatan antara Suardi dan keluarga pasien. Karena tidak mencapai kesepakatan, Suardi memutuskan untuk menurunkan jenazah bayi di SPBU agar bisa mengganti ambulans dengan yang biasa.
"Saya minta pergantian kepada pihak keluarga sehingga timbul perselisihan. Saya menurunkan pasien dengan mengganti ambulans," jelas Suardi.
(hri)
Lihat Juga :