Kisah Pasukan Baret Jingga Nyaris Bom Tentara Australia saat Konflik Timor Timur

Rabu, 17 Juli 2024 - 10:04 WIB
loading...
Kisah Pasukan Baret...
Korps Paskhas TNI Angkatan Udara (AU), merupakan pasukan elite yang disegani di dunia. Foto/SINDOnews
A A A
Korps Paskhas TNI Angkatan Udara (AU), pasukan elite yang disegani di dunia, menunjukkan keberaniannya dalam sebuah insiden di Bandara Komoro saat Timor Timur berpisah dari Indonesia pada 20 Mei 2002.

Pada saat itu, mereka nyaris terlibat bentrok dengan pasukan Australia yang tergabung dalam International Force for East Timor (Interfet). Pada kejadian tersebut, sebanyak 80 prajurit Paskhas hampir saja terlibat baku tembak dengan pasukan Australia.

Dikutip dari buku Kiki Syahnakri: Timor Timur The Untold Story, aksi pasukan Interfet itu dilatarbelakangi informasi intelijen yang mereka terima, bahwa Timtim telah dikuasai milisi bersenjata. Timtim juga dikabarkan kacau balau.

Baca Juga: Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Everest, Danjen Kopassus Ini Pegang Teguh Pesan Prabowo

Insiden ini bermula ketika pesawat C-130 Hercules yang membawa pasukan Interfet mendarat di Bandara Komoro. Setelah mendarat, pasukan Interfet langsung membentuk formasi tempur dan perimeter pertahanan, siap untuk bertempur.

Mereka didasari informasi intelijen yang menyatakan bahwa Timor Timur telah dikuasai oleh milisi bersenjata dan situasi kacau. Kenyataannya, kondisi di Timor Timur saat itu relatif aman, kecuali di wilayah hutan yang masih terjadi konflik.

Tindakan pasukan Interfet yang berlebihan ini membuat prajurit Paskhas terheran-heran dan memicu ketegangan. Melihat situasi yang semakin genting, prajurit Paskhas sudah bersiap dengan senjata mereka, siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Ketegangan meningkat ketika Pangkoopsau II Marsda TNI Ian Santosa tiba di Bandara Komoro pada 20 September 1999. Saat turun dari pesawat C-130 Hercules TNI AU, dia dikawal oleh pasukan Paskhas bersenjata lengkap.

Baca Juga: Kisah Jenderal Sintong Murka ke Prabowo: Tinggalkan Kopassus, Keluar Tentara atau Masuk Partai?

Namun, kedatangannya disambut dengan senjata yang ditodongkan oleh pasukan Interfet, yang menganggap rombongan Marsda TNI Ian Santosa sebagai ancaman. Reaksi keras datang dari prajurit Paskhas yang langsung menodongkan senjata mereka kepada pasukan Interfet.

Mereka bahkan siap meledakkan granat jika ada ancaman terhadap pimpinan mereka. Dalam situasi yang sangat tegang ini, Kapten Eka, salah satu komandan Paskhas, dengan tegas berteriak, “Hei, ini jenderal saya, panglima saya, keamanan di sini tanggung jawab saya.”

Kondisi sangat genting, dengan kedua belah pihak saling menodongkan senjata. Kapten Eka memperingatkan agar tidak ada tembakan sebelum ada komando darinya, seraya siap memulai aksi jika diperlukan.

Meskipun Paskhas kalah jumlah personel dibandingkan Interfet, mereka sepakat menggunakan granat sebagai senjata mematikan jika terjadi kontak senjata.

Baca Juga: Kisah Pasukan Siliwangi Konvoi 600 Km Bersama Anak Istri Hadapi Serangan Belanda dan DI/TII

Peristiwa ini menjadi salah satu bukti nyata keberanian dan kesiapan Korpaskhas TNI AU untuk menghadapi segala medan dan menumpas musuh yang melawan NKRI. Paskhas dikenal sebagai satuan tempur darat yang memiliki kemampuan tiga matra: udara, laut, dan darat.

Mereka siap diterjunkan di segala medan, baik hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut. Sejarah panjang Paskhas dimulai dari operasi penerjunan 13 anggota AURI di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 17 Oktober 1947.

Saat itu merupakan operasi penerjunan tempur pertama di Indonesia. Sejak itu, pasukan ini terus berkembang dan menempa diri menjadi salah satu pasukan elite yang disegani di dunia.

Tugas utama Korpaskhas TNI AU adalah membina kekuatan dan kemampuan satuan Paskhas untuk siap operasional dalam melaksanakan perebutan sasaran dan pertahanan objek strategis Angkatan Udara, pertahanan udara, serta operasi khusus dan khas matra udara.

Hal ini menjadikan mereka pasukan elite yang siap berada di garis depan dalam operasi tempur perebutan lanud. Selain insiden di Timor Timur, Paskhas juga pernah menunjukkan keberanian mereka di berbagai operasi lain.

Seperti saat menembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dalam serbuan tempur di Bandara Armaga Aminggaru, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua, pada 19 Februari 2021.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved