UNDP Bantu Bangun Saluran Kawasan Mata Air Lokok Greneng Sambik Elen
Minggu, 23 Agustus 2020 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Bupati lantas menyarankan, kalau air tersebut digratiskan kepada masyarakat, maka perlu ada sumber pembiayaan. Paling tidak, katanya, perlu ditentukan batas maksimal penggunaan air secara gratis. Dimisalkan batas maksimal penggunaan air 10 liter perhari. Jika penggunaan perhari lebih dari takaran itu, pengguna membayar sejumlah kelebihan yang digunakan.
Bupati Najmul juga menjelaskan pemerintah daerah KLU, terus berikhtiar menyelesaikan pembangunan yang belum terselesaikan dengan maksimal, sesuai kemampuan pemda. Diakui Bupati Najmul, pihaknya tentu tidak sempurna seraya mengajak semua pihak mengomunikasikannya dengan baik. Terlebih lagi, sambungnya, saat ini momentum menjelang Pilkada, ia mengajak semua elemen agar cerdas menerima informasi yang disampaikan oleh siapa pun.
"Mari kita jadi orang yang pandai bersyukur, karena dibantu pemerintah untuk membangunkan kita rumah. Harapan tyang (baca: saya) ada dua. Pertama, pembangunan sarana air bersih ini tepat waktu. Kedua, rawat dengan baik sarana air ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita pada masa mendatang," imbuhnya.
Dalam pada itu, perwakilan Paluma mitra UNDP Drs. Nanang Priana menyampaikan mewakili UNDP memintah maaf karena jadwal kegiatan itu berubah sehingga berbenturan dengan jadwal di tempat lain. Sehingga pihak Paluma yang mewakili UNDP.
Dikatakan program Paluma kemitraan UNDP di Desa Sambik Elen berupa kontruksi infrastruktur untuk kemaslahatan atau perbaikan penghidupan berkelanjutan.
Menurut Nanang, ada empat komponen jenis kegiatan UNDP di KLU, yaitu komponen infrastruktur dengan membangun jaringan air bersih dari Lokok Greneng sepanjang 2 km, pendampingan ekonomi produktif seperti kelompok-kelompok masyarakat terutama pengelolan pertanian, pengurangan resiko bencana dengan mendorong masyarakat senantiasa mengingat prosedur kesehatan, serta pemberdayaan kelompok penyandang disabilitas.
"Mewakili teman-teman Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan dan Desa Genggelang Kecamatan Gangga khusus kelompok penjahit menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lombok Utara, karena diberikan kesempatan membuat masker untuk gugus Covid-19 Lombok Utara," ungkapnya.
Bupati Najmul juga menjelaskan pemerintah daerah KLU, terus berikhtiar menyelesaikan pembangunan yang belum terselesaikan dengan maksimal, sesuai kemampuan pemda. Diakui Bupati Najmul, pihaknya tentu tidak sempurna seraya mengajak semua pihak mengomunikasikannya dengan baik. Terlebih lagi, sambungnya, saat ini momentum menjelang Pilkada, ia mengajak semua elemen agar cerdas menerima informasi yang disampaikan oleh siapa pun.
"Mari kita jadi orang yang pandai bersyukur, karena dibantu pemerintah untuk membangunkan kita rumah. Harapan tyang (baca: saya) ada dua. Pertama, pembangunan sarana air bersih ini tepat waktu. Kedua, rawat dengan baik sarana air ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita pada masa mendatang," imbuhnya.
Dalam pada itu, perwakilan Paluma mitra UNDP Drs. Nanang Priana menyampaikan mewakili UNDP memintah maaf karena jadwal kegiatan itu berubah sehingga berbenturan dengan jadwal di tempat lain. Sehingga pihak Paluma yang mewakili UNDP.
Dikatakan program Paluma kemitraan UNDP di Desa Sambik Elen berupa kontruksi infrastruktur untuk kemaslahatan atau perbaikan penghidupan berkelanjutan.
Menurut Nanang, ada empat komponen jenis kegiatan UNDP di KLU, yaitu komponen infrastruktur dengan membangun jaringan air bersih dari Lokok Greneng sepanjang 2 km, pendampingan ekonomi produktif seperti kelompok-kelompok masyarakat terutama pengelolan pertanian, pengurangan resiko bencana dengan mendorong masyarakat senantiasa mengingat prosedur kesehatan, serta pemberdayaan kelompok penyandang disabilitas.
"Mewakili teman-teman Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan dan Desa Genggelang Kecamatan Gangga khusus kelompok penjahit menyampaikan terima kasih kepada Pemda Lombok Utara, karena diberikan kesempatan membuat masker untuk gugus Covid-19 Lombok Utara," ungkapnya.
Lihat Juga :