Buka PPG 2024, Plt Dirjen Pendis Optimistis Guru PAI Makin Berdaya Saing
Jum'at, 12 Juli 2024 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenag dan Diplomasi Perdamaian Global
"PPG ini merupakan instrumen yang sangat penting, bukan sekadar soal sertifikatnya, namun lebih dari itu bagi bapak dan ibu guru ini sangatlah strategis karena bisa meningkat kompetensinya," jelasnya.
Prof Abu menilai, tantangan yang dihadapi guru agama termasuk PAI saat ini tidaklah ringan. Sebab dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, para siswa begitu mudah sekali mendapatkan pengetahuan yang diajarkan sangat profesional namun bukan berasal dari sosok guru.
Pengetahuan itu antara lain didapat dari berbagai platform media sosial atau alat pencari yang begitu mudah diakses tanpa mengenal tempat, waktu dan kondisi.
"Harus disadari bahwa saat ini bapak dan ibu juga harus bersaing dengan guru yang profesional, meski tidak ikut PPG. Siapa dia? Yakni media sosia seperti YouTube dan juga google. Mereka mengajarkan dengan setia dan menemani anak-anak kita. Ini harus disadari, tantangan ibu dan bapak sangat luar biasa," tandas guru besar UIN Walisongo Semarang ini.
Atas beragam tantangan itu, Prof Abu meminta para peserta PPG agar serius mengikuti proses perkuliahan hingga tuntas.
Sebab PPG jelas menjadi incaran banyak guru yang menyebabkan antrean untuk mengikuti pendidikan ini mencapai 27 hingga 30 tahun.
Agar bisa berhasil, dia meminta para peserta bisa tekun, rajin dan tidak mudah menyerah meski proses perkuliahan dilakukan di sela kewajiban mengajar, mengurusi rumah tangga dan lainnya.
"PPG ini merupakan instrumen yang sangat penting, bukan sekadar soal sertifikatnya, namun lebih dari itu bagi bapak dan ibu guru ini sangatlah strategis karena bisa meningkat kompetensinya," jelasnya.
Prof Abu menilai, tantangan yang dihadapi guru agama termasuk PAI saat ini tidaklah ringan. Sebab dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, para siswa begitu mudah sekali mendapatkan pengetahuan yang diajarkan sangat profesional namun bukan berasal dari sosok guru.
Pengetahuan itu antara lain didapat dari berbagai platform media sosial atau alat pencari yang begitu mudah diakses tanpa mengenal tempat, waktu dan kondisi.
"Harus disadari bahwa saat ini bapak dan ibu juga harus bersaing dengan guru yang profesional, meski tidak ikut PPG. Siapa dia? Yakni media sosia seperti YouTube dan juga google. Mereka mengajarkan dengan setia dan menemani anak-anak kita. Ini harus disadari, tantangan ibu dan bapak sangat luar biasa," tandas guru besar UIN Walisongo Semarang ini.
Atas beragam tantangan itu, Prof Abu meminta para peserta PPG agar serius mengikuti proses perkuliahan hingga tuntas.
Sebab PPG jelas menjadi incaran banyak guru yang menyebabkan antrean untuk mengikuti pendidikan ini mencapai 27 hingga 30 tahun.
Agar bisa berhasil, dia meminta para peserta bisa tekun, rajin dan tidak mudah menyerah meski proses perkuliahan dilakukan di sela kewajiban mengajar, mengurusi rumah tangga dan lainnya.
Lihat Juga :