Asal-usul Kerajaan Majapahit, Pembalasan Dendam Raden Wijaya kepada Jayakatwang

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:00 WIB
loading...
Asal-usul Kerajaan Majapahit,...
Raden Wijaya merupakan pendiri Kerajaan Majapahit. Foto/Instagram @ainusantara
A A A
Asal-usul Kerajaan Majapahit menjadi ulasan menarik untuk diketahui. Kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini punya riwayat kejayaannya sendiri di Nusantara.

Mendengar nama Kerajaan Majapahit, sebagian besar masyarakat Indonesia tentu akan langsung paham. Berpusat di Jawa Timur, cikal bakal kemunculannya bisa ditelusuri sejak tahun 1293.

Lalu, seperti apa sebenarnya asal-usul Kerajaan Majapahit ini? Berikut ulasannya sebagaimana diolah dari berbagai sumber, Rabu (10/7/2024).

Asal-usul Kerajaan Majapahit


Pendirian Kerajaan Majapahit diawali oleh rentetan peristiwa bersejarah. Salah satunya adalah keruntuhan Kerajaan Singasari dan berkuasanya Jayakatwang sebagai Raja Kediri.

Secara singkat, Kerajaan Majapahit bisa disebut sebagai lanjutan dari Kerajaan Singasari yang didirikan Ken Arok. Sebelumnya, kerajaan tersebut runtuh akibat pemberontakan Bupati Gelanggelang Jayakatwang.

Pada pemberontakan tersebut, Raja Kertanegara gugur dan membuat Singasari runtuh. Namun, ada salah seorang menantunya yang berhasil selamat dan melarikan diri, yaitu Raden Wijaya.

Baca Juga: Serangan Bergelombang Jayakatwang Lenyapkan Kerajaan Singasari dari Bumi Nusantara

Sebagai informasi, Raden Wijaya sebelumnya memang diangkat sebagai menantu oleh Kertanegara. Dia menikahi salah satu putrinya yang bernama Gayatri Rajapatni.

Kisah Raden Wijaya yang berhasil melarikan diri terdapat dalam Prasasti Kudadu. Prasasti tersebut berisi pemberian anugerah kepada pejabat desa Kudadu yang sempat melindungi Raden Wijaya sebelum menjadi raja.

Jadi, sebelumnya Raden Wijaya bersembunyi di desa Kudadu. Berkat bantuan kepala desa, dia diterima berlindung kepada Arya Wiraja di Sumenep.

Saat menemuinya, Raden Wijaya disarankan untuk menyerahkan diri dan mengabdi kepada Jayakatwang. Bersama keahlian diplomasinya, Arya Wiraja membantu Raden Wijaya diterima Raja Jayakatwang.

Baca Juga: Kisah Prabu Jayabaya Jadikan Kediri Kiblat Kemajuan Kesusastraan Nusantara

Tak hanya diperbolehkan untuk mengabdi, Raden Wijaya bahkan diperkenankan untuk membuka hutan Tarik di Trowulan. Dalihnya, desa tersebut bakal menjadi pertahanan terdepan dalam menghadapi serangan musuh yang datang dari Sungai Brantas.

Menurut informasi "Babad Tanah Jawi" karya Soedjipto Abimanyu, wilayah pemberian Jayakatwang itu awalnya dipenuhi pepohonan besar.

Saat malam tiba, kondisinya pun tampak gelap gulita. Namun, seiring waktu tempat tersebut telah berkembang menjadi desa yang ramai. Raden Wijaya menamainya dengan Majapahit.

Penyematan nama Majapahit bukanlah tanpa alasan. Waktu itu, area sekitarnya banyak tumbuh pohon maja yang berbuah pahit.

Pada perkembangannya, Raden Wijaya berhasil memikat orang-orang dari desa lain pindah ke Majapahit. Secara diam-diam, dia bahkan sudah berencana untuk menggulingkan Jayakatwang.

Rencana balas dendam Raden Wijaya mendapat angin segar ketika mengetahui kedatangan pasukan Mongol yang datang untuk menghukum Raja Jawa (Kertanegara). Melalui tipu muslihat, Raden Wijaya mengadu domba tentara Mongol untuk menyerang membunuh Jayakatwang.

Setelah Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan memaksa mereka pergi dari Jawa. Alhasil, niatnya untuk mendirikan kerajaan baru akan segera terlaksana.

Pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka atau bertepatan 10 November 1293, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit. Ia juga menobatkan dirinya sebagai raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Kerajaan Majapahit berpusat di Trowulan. Seiring perkembangannya, kerajaan ini akan tumbuh menjadi kuat dan mencapai masa kejayaan di era Hayam Wuruk bersama mahapatih Gajah Mada.

Demikianlah ulasan mengenai asal-usul Kerajaan Majapahit yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
OurWorlds Teknologi...
OurWorlds Teknologi untuk Hadirkan Kembali Sejarah dan Budaya Masa Lalu
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Berita Terkini
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved