Runtuhnya Kerajaan Warisan Raja Airlangga Akibat Ketiadaan Armada Perang

Jum'at, 05 Juli 2024 - 07:46 WIB
loading...
Runtuhnya Kerajaan Warisan...
Peta Wilayah Kerajaan Jenggala. Foto/Wikimedia Commons/Gunawan Kartapranata
A A A
Airlangga turun tahta dari Raja Kahuripan dan mewariskan dua wilayah ke dua putranya. Dua wilayah ini yang kemudian menjadi asal usul Kerajaan Kadiri atau Kediri dan Janggala. Mapanji Garasakan menjadi pendiri Kerajaan Janggala.

Sedangkan Sri Samarawijaya menjadi pendiri Kerajaan Kediri. Keduanya merupakan anak dari Airlangga. Sayang akhirnya dua kerajaan itu berperang memperebutkan kekuasaan wilayah warisan dari Raja Kahuripan tersebut.

Apalagi saat Kerajaan Janggala di bawah Mapanji Garasakan mulai menyusun kekuatan dengan bandar dagangnya. Penguasaan wilayah pesisir di dekat Selat Madura atau di hilir Sungai Porong.

Baca Juga: Taktik Jitu Gajah Mada Tunjuk Putra Pendeta Brahma Perluas Majapahit di Kerajaan Bali

Tapi pada perkembangannya keduanya berseteru ingin menguasai wilayah pelabuhan strategis yang sebetulnya diperuntukan untuk Janggala. Hal itu sesuai warisan dari Raja Airlangga kepada kedua putranya.

Sebagaimana dikutip dari “Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa: Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita” perseteruan ini memang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Janggala kala itu.

Hal ini tentu disayangkan, apalagi saat itu Janggala tengah dalam puncak kejayaan secara ekonomi. Tetapi sayang pelabuhan strategis dan kejayaan ekonomi tidak diiringi dengan armada peperangan yang kuat.

Berbeda dengan Kediri di bawah Sri Samarawijaya, yang memiliki armada peperangan, bahkan armada laut memadai kendati wilayahnya tak berbatasan langsung dengan laut.

Baca Juga: Kisah Ajaib Jenderal M Jusuf, Panglima TNI Berkalung Alquran Emas yang Kebal Peluru

Sementara, Kadiri yang penghasilannya hanya mengandalkan hasil pertanian tersebut memiliki angkatan perang cukup tangguh. Berkat angkatan perangnya yang tangguh itu, Kadiri bernyali menyerang Janggala untuk menguasai pelabuhan dan sektor perdagangan.

Upaya menguasai Janggala tentu dibutuhkan angkatan perang yang tangguh. Sebab itu, Kadiri di masa pemerintahan Sri Kamesywara berusaha menyatukan Kadiri dan Panjalu. Dari penyatuan dua wilayah tersebut akan mendukung upaya memperkuat angkatan perang Kadiri.

Sungguh ngkatan perang Kediri mulai tangguh, namun Sri Kamesywara belum bisa menguasai Janggala. Baru semasa pemerintahan Mapanji Jayabhaya, Kadiri berhasil merebut Janggala.

Keberhasilan Mapanji Jayabhaya bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, dalam merebut Janggala dari kekuasaan Mapanji Alanjung Ahyes tersebut.

Hal itu dilukiskan dalam Kakawin Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh (1157) dengan kemenangan Pandawa atas Korawa.

Keberhasilan Mapanji Jayabhaya di dalam menguasai Janggala pula dicatat dalam Prasasti Hantang atau Prasasti Ngantang yang berangka tahun 1135. Pada prasasti tersebut menyatakan mengenai Panjalu Jayati yang memiliki makna Panjalu Jaya.

Kadiri mengalami kejayaan saat menyerang Janggala. Sekalipun Mapanji Jayabhaya mengklaim telah berhasil menguasai Janggala, namun kerajaan tersebut belum mengalami masa berakhirnya.

Pusat pemerintahan Janggala dipindahkan dari Tuban ke Lamongan semasa pemerintahan Mapanji Alanjung Ahyes masih berdiri di bawah pemerintahan Sri Samarotsaha.

Namun, akhir pemerintahan Samarotsaha tak diketahui. Sebagaimana akhir Kerajaan Janggala tidak terlacak jejak-jejaknya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Lanjutkan Negosiasi...
Lanjutkan Negosiasi Dagang, Menko Airlangga Kirim Tim ke AS Pekan Depan
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved