alexametrics

Lerai Bentrokan Warga di Terminal Expo, Anggota TNI Tewas Ditikam

loading...
Lerai Bentrokan Warga di Terminal Expo, Anggota TNI Tewas Ditikam
Bentrokan warga di Terminal Bayangan Expo, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Jayapura, Papua, merupakan anggota TNI. Foto/Edy Siswanto/SINDOnews
A+ A-
JAYAPURA - Korban bentrokan warga di Terminal Bayangan Expo, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Jayapura, Papua, merupakan anggota TNI. Anggota TNI berinisial HT itu menjadi korban penusukan saat melerai bentrokan di terminal itu.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi. Korban, kata dia, bernama Serda Herman Tabuni mendapatkan luka tusukan senjata tajam saat melerai dua kelompok warga yang bersitegang di terminal tersebut semalam sekitar pukul 21.45 WIT.

"Informasinya berawal adanya keributan akibat adanya pemalakan oleh sekelompok pemuda terhadap para sopir, hingga terjadi perkelahian, dan korban saat itu mencoba melerai, namun malah menjadi sasaran amuk masa dan mendapat penikaman," kata Aidi.



Korban Herman Tabuni segera dilarikan ke RS Dian Harapan Waena untuk mendapatkan pertolongan. Namun karena mengalami luka yang cukup parah, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.00 WIT.

"Korban tidak hanya mendapatkan satu luka tusukan, namun ada beberapa dan parah. Korban meninggal dunia di RS Dian Harapan," ungkap Aidi. (Baca juga: Bentrok Warga di Terminal Expo, 3 Angkot dan 1 Sepeda Motor Dibakar)

Dalam kasus semalam itu, selain korban jiwa, tiga angkot jenis Star Wagon Nopol DS 7028 AF, DS 7574 AB dan DS 7502 JK habis terbakar dan satu sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol DS 3962 AM juga hangus terbakar.Beberapa lapak jualan pinang juga sebagian bangunan Pangkalan Taksi Jurusan Waena-Abepura dan Jurusan Waena-Sentani juga habis dibakar massa.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak