Berburu Karomah di Makam Nyai Kopek, Penyebar Agama Islam di Salatiga
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Kala itu, Nyai Kopek melakukan syiar agama Islam di daerah Pancuran dan sekitarnya di Salatiga. Sedangkan suaminya Ki Sekar Gadung Melati mengajarkan agama Islam di wilayah Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.
"Setelah meninggal Nyai Kopek dimakamkan di Pancuran. Sedangkan suaminya dimakamkan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang," pungkasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pancuran Budi Sutrisno (56) mengatakan, Nyai Kopek merupakan leluhur masyarakat Kampung Pancuran. Sosok Nyai Kopek memiliki makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat di Pancuran.
"Karena itu, makam leluhur kami ini akan terus kami jaga dan dirawat sebaik mungkin. Dan sekarang kondisi makam Nyai Kopek jauh lebih bagus dari sebelumnya," katanya.
Dia menuturkan, berdasarkan sejarah, Nyai Kopek adalah tokoh penyebar agama Islam di Salatiga dan mendidik warga Pancuran menjadi lebih baik. Dulu Pancuran dikenal dengan kampung preman. "Sekarang kampung ini berubah menjadi religius dan masyarakatnya memiliki jiwa seni yang tinggi," ujarnya.
"Setelah meninggal Nyai Kopek dimakamkan di Pancuran. Sedangkan suaminya dimakamkan di Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang," pungkasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Pancuran Budi Sutrisno (56) mengatakan, Nyai Kopek merupakan leluhur masyarakat Kampung Pancuran. Sosok Nyai Kopek memiliki makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat di Pancuran.
"Karena itu, makam leluhur kami ini akan terus kami jaga dan dirawat sebaik mungkin. Dan sekarang kondisi makam Nyai Kopek jauh lebih bagus dari sebelumnya," katanya.
Dia menuturkan, berdasarkan sejarah, Nyai Kopek adalah tokoh penyebar agama Islam di Salatiga dan mendidik warga Pancuran menjadi lebih baik. Dulu Pancuran dikenal dengan kampung preman. "Sekarang kampung ini berubah menjadi religius dan masyarakatnya memiliki jiwa seni yang tinggi," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :