alexametrics

5 Satwa Liar Dilepasliarkan di Hutan Babel, Ada Elang Bondol dan Kukang

loading...
5 Satwa Liar Dilepasliarkan di Hutan Babel, Ada Elang Bondol dan Kukang
Satwa liar yang nyaris punah keberadaannya di Indonesia, dilepasliarkan ke habitat aslinya oleh Yayasan Alobi (Animal Lovers Bangka Island), di sebuah kawasan hutan di Kabupaten Bangka, Babel. Okezone/Arsan Mailanto
A+ A-
SUNGAI LIAT - Sebanyak lima satwa liar yang nyaris punah keberadaannya di Indonesia, dilepasliarkan ke habitat aslinya oleh Yayasan Alobi (Animal Lovers Bangka Island), di sebuah kawasan hutan di Kabupaten Bangka, Babel. Saat pelepasan didampingi oleh Dirjen Gakkum KLHK, Balai BKSDA Sumsel, Dishut Babel, dan instansi terkait lainnya.

"Hari ini ada lima satwa dilindungi yang kita lepasliarkan ke habitatnya seperti jenis elang dan kukang," ujar Ketua Alobi Babel Langka Sani saat diwawancarai di Sungailiat, Bangka, Selasa (7/5/2019).

Pelespasliaran lima ekor satwa liar dilindungi tersebut, terdiri dari tiga ekor burung raptor jenis Elang Bondol (Haliastur indus), satu ekor Elang WBSE (Haliaeetus leucogaster), dan satu ekor Kukang (Nycticebus bancanus).



Tiga jenis elang bondol merupakan titipan Balai KSDA Sumatera Selatan, sementara Elang WBSE dan Kukang hasil serahan warga. "Sebelum dilepasliarkan, hewan-hewan ini lebih dulu menjalani rehabilitasi selama beberapa waktu," kata Langka Sani.

Jadi secara keseluruhan satwa dalam kondisi sehat secara fisik dan dari hasil laboratoris telah memenuhi indikator sifat liar. Begitu juga lokasi pelepasliaran hewan ini, sudah memastikan jaminan hidup berjangka pada hewan, karena aman dari perburuan liar.

"Satwa dilepas di hutan lindung Sungailiat dan Mapur di Kabupaten Bangka. Tempat tersebut telah dikaji ketersediaan pakan dan keamanannya," terangnya.

Bahkan pelestarian hewan ini, tidak lepas dari peran penting masyarakat serta pihak-pihak terkait yang kini sudah mulai sadar akan kelestarian mahluk hidup dilingkunganya.

"Syukur alhamdulillah hari ini sangat istimewa sinergitas dari banyak pihak, termasuk dari motivator konservaionis Dirjen Gakkum KLHK, Balai BKSDA Sumsel, Dishut Babel, dan pihak lainnya," ujar Langka Sani.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak