KSAD dan Wakapolri Turun Tangan Rancang Strategi Hadapi COVID-19 di Jabar
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Andika menekankan, upaya pemetaan penanganan COVID-19 dan dampaknya di Jabar itu akan sangat berguna sebagai landasan kebijakan yang akan dikeluarkan KPCPEN untuk menuntaskan perang melawan COVID-19 di Jabar.
"Ini semua sangat berguna untuk kami himpun dan kami laporkan kepada pak ketua dan komite kebijakannya," katanya.
Senada dengan Andika, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono pun mengatakan, pihaknya sengajak hadir dalam rangka orientasi permasalahan penanganan COVID-19 di Jabar. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, sudah cukup banyak inovasi yang dilakukan Jabar dalam penanganan COVID-19.
"Dan ini akan kami sampaikan kepada ketua. Kalau positif, nanti akan disampaikan untuk daerah lain," katanya seraya menambahkan bahwa penanganan COVID-19 tidak akan sama antara satu daerah dengan daerah lainnya. (BACA JUGA: Diperkenalkan di Paris Airshow, Tumbang saat Krisis Moneter dan Berakhir di Museum)
Sementara itu, Ridwan Kamil mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya melaporkan bahwa hingga saat ini, pihaknya sudah melaksanakan 198.000 swab test. Namun, diakuinya, secara persentase, jumlah tersebut belum maksimal mengingat besarnya jumlah penduduk Jabar yang hampir 50 juta jiwa.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta KPCPEN memfasilitasi bantuan alat swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR) maupun anggaran, agar kapasitas dan persentase swab test di Jabar dapat dimaksimalkan.
"Ini semua sangat berguna untuk kami himpun dan kami laporkan kepada pak ketua dan komite kebijakannya," katanya.
Senada dengan Andika, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono pun mengatakan, pihaknya sengajak hadir dalam rangka orientasi permasalahan penanganan COVID-19 di Jabar. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, sudah cukup banyak inovasi yang dilakukan Jabar dalam penanganan COVID-19.
"Dan ini akan kami sampaikan kepada ketua. Kalau positif, nanti akan disampaikan untuk daerah lain," katanya seraya menambahkan bahwa penanganan COVID-19 tidak akan sama antara satu daerah dengan daerah lainnya. (BACA JUGA: Diperkenalkan di Paris Airshow, Tumbang saat Krisis Moneter dan Berakhir di Museum)
Sementara itu, Ridwan Kamil mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya melaporkan bahwa hingga saat ini, pihaknya sudah melaksanakan 198.000 swab test. Namun, diakuinya, secara persentase, jumlah tersebut belum maksimal mengingat besarnya jumlah penduduk Jabar yang hampir 50 juta jiwa.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta KPCPEN memfasilitasi bantuan alat swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR) maupun anggaran, agar kapasitas dan persentase swab test di Jabar dapat dimaksimalkan.
Lihat Juga :