Misteri Kematian Jenderal Marinir Loyalis Presiden Soekarno Berani Lawan Soeharto, Kepala Tertembak!

Rabu, 12 Juni 2024 - 08:28 WIB
loading...
Misteri Kematian Jenderal...
Letjen KKO (Purn) Hartono bersama dengan para prajurit KKO (Korps Komando) AL/Marinir di rimba belantara Kalimantan Timur saat kampanye Dwikora. Foto/Militerys Indonesia
A A A
Letjen KKO (Purn) Hartono merupakan orang yang menjunjung tinggi loyalitas kepada Presiden Soekarno. Sepanjang hidupnya ia memiliki peran penting terhadap kemerdekaan Indonesia. Ia banyak menduduki kursi-kursi penting kemiliteran.

Namun hilang begitu saja dari ingatan bangsa dan tak pernah diabadikan dalam buku-buku sejarah. Hartono pria dengan dedikasi yang tak tergoyahkan pada kemerdekaan Indonesia, memainkan peran penting dalam masa-masa gemilang militer Indonesia.

Namun, keberaniannya dalam melawan rezim Orde Baru yang semakin otoriter membawa padanya nasib yang tragis.

Setia pada Soekarno, Hartono tak ragu untuk menghadapi rezim yang mulai merangkul kekuasaan, menjadikan pengabdiannya pada Sang Proklamator sebagai pedoman utama dalam hidupnya dalam karier militer di Indonesia.

Baca Juga: Aksi Heroik Mayor TNI SBY Selamatkan Nyawa Pimpinan Falintil dalam Operasi Seroja

Ketika tuduhan mengenai keterlibatan Soekarno dalam peristiwa Lubang Buaya menyeruak, Hartono, dengan tegar, menyatakan kesetiaannya pada Bung Karno, bahkan jika itu berarti melawan rezim yang baru berkuasa.

Kematian misterius Hartono, dengan tembakan misterius yang mengecoh di bagian kepalanya, meninggalkan tanda tanya besar. Meski dianggap sebagai bunuh diri, banyak kejanggalan yang mengitari kepergian jenderal yang berani ini.

Senjata dengan peredam yang ditemukan di dekatnya hanyalah satu dari banyak misteri yang mengitari kematian Hartono. Tak lama setelah kematian misterius itu, keluarganya, yang terpaksa meninggalkan negara setelah penugasan Hartono di Korea Utara, kembali ke Indonesia.

Namun, bayangan kesetiaan dan keberanian Hartono terus menghiasi pikiran banyak orang, meskipun namanya terkubur dalam lapisan-lapisan waktu yang gelap.

Diasingkan Jadi Dubes Korut Letjen KKO (Purn) Hartono merupakan orang yang menjunjung tinggi loyalitas kepada Presiden Soekarno. Sepanjang hidupnya ia memiliki peran penting terhadap kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Kisah Bung Karno Yakinkan Jenderal Soedirman untuk Pulang ke Yogyakarta usai Hadapi Belanda

Ia banyak menduduki kursi-kursi penting kemiliteran. Kiprahnya membuat citra militer Indonesia pernah sampai masa puncaknya. Pria kelahiran 1927 itu menjabat sebagai Komandan KKO dan Panglima Angkatan Laut.

Hartono banyak terlibat dalam memberantas kasus penting termasuk memberantas kasus G30S/PKI. Letjen KKO Hartono terkenal sebagai orang yang sangat setia pada Soekarno.

Ketika Soekarno menemui dan meminta KKO menangani kasus yang menewaskan 7 jenderal, dengan lantang Hartono menyanggupinya. Gejolak memanas Orde Baru menjadi titik balik memanasnya politik di Indonesia.

Soekarno mendapatkan banyak tuduhan atas kejadian di lubang buaya itu. Hartono yang senantiasa setia kepadanya meminta izin untuk melawan rezim Soeharto.

“Pejah gesang melu (hidup mati ikut) Bung Karno. Putih kata Bung Karno, Putih kata KKO. Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO“ Tukas Hartono dalam menjalankan misinya. Nyatanya hadirnya Hartono di samping Soekarno menjadi ancaman tersendiri bagi Soeharto.

Baca Juga: Kisah Timur Pane, Raja Copet dan Jenderal Mayor Terlupakan dari Sumatera Utara

Berawal dari kemiliteran, Hartono dipindahkan ke kedutaan besar Korea Utara pada 9 November 1968. Hartono dan KKO mencium niat buruk dari Soeharto. Ia merasa Soeharto ingin menyingkirkannya secara perlahan.

Dalam tugasnya sata pertemuan Dubes se-Asia Pasifik, Hartono dipanggil kembali ke Indonesia. Tak lama berselang, Hartono ditemukan meninggal dengan luka tembakan pada bagian kepala. Ditemukan pistol dengan peredam di sampingnya.

Diindikasikan Hartono meninggal karena bunuh diri. Namun banyak sekali kejanggalan yang belum terungkap dari wafatnya Jenderal KKO itu. Letjen KKO Hartono dimakamkan di Kalibata pada tanggal 7 Januari 1971.

Dikutip dari Buku “Hartono: Jenderal Marinir di Tengah Prahara” karya Petrik Matanasi menyebutkan pihak keluarga penasaran dengan kematian Jenderal KKO Hartono yang membingungkan.

Seluruh keluarga Hartono berangkat dari Pyongyang, Korea Utara, dan baru tiba dua pekan kemudian ke Indonesia.

Menurut pemerintahan Orde Baru, Hartono tewas bunuh diri. Namun hal tersebut disangsikan kebenarannya oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen KKO (Purn) Ali Sadikin dan mantan Wakasal Laksamana Madya Rachmat Sumengkar.

“Saya temukan Hartono terduduk di kursi dengan darah membasahi bagian belakang kepala. Di sampingnya kaca jendela pecah berantakan kena tembakan…” demikian pengakuan Nyonya Prawirosoetarto seperti ditulis Julius Pour.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Sakit Kepala hingga...
Sakit Kepala hingga Kematian, Berikut Bahaya Tidur Terlalu Lama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved