Tragis! Pekerja Pabrik Kapur di Sukabumi Tewas Tergiling Mesin Batubara
Selasa, 11 Juni 2024 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, membenarkan kejadian tragis ini. "Korban sudah ada di bawah saat saya lihat ke sana. Datang ke desa mau pinjam ambulans yang pertama sopirnya, enggak tahu kronologis kecelakaannya bagaimana. Hanya dengar kecelakaan, saya kurang hapal semua," kata Ence.
Menurut Ence, Usman memiliki identitas asli dari Kecamatan Surade, namun tinggal bersama kerabatnya di Desa Padabeunghar. "Alamatnya orang Surade sesuai KTP identitas, hanya tinggal di sini di keluarganya. Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan perusahaan dan keluarga korban," ungkap Ence.
Perusahaan tempat Usman bekerja, PT BBM, telah beroperasi cukup lama di daerah tersebut. Namun, Ence tidak mengetahui detail operasional dan jumlah karyawan. "PT BBM, perusahaan itu sudah berjalan berapa lama saya kurang tahu, data karyawan juga enggak hapal berapa orangnya," tuturnya.
Upaya konfirmasi kepada manajemen perusahaan menemui jalan buntu. Wartawan yang mendatangi pabrik hanya diperbolehkan sampai di gerbang utama. Mereka juga berusaha menemui seorang pengurus perusahaan bernama Iwan alias Ciwong, namun tidak berhasil. Usaha untuk menghubungi nomor WhatsApp yang didapatkan juga tidak mendapatkan respon.
Sementara itu, Kapolsek Jampang Tengah AKP Gatot, menyebut kasus tersebut masih dalam penyelidikan. "Masih dalam rangka penyelidikan," singkatnya.
Menurut Ence, Usman memiliki identitas asli dari Kecamatan Surade, namun tinggal bersama kerabatnya di Desa Padabeunghar. "Alamatnya orang Surade sesuai KTP identitas, hanya tinggal di sini di keluarganya. Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan perusahaan dan keluarga korban," ungkap Ence.
Perusahaan tempat Usman bekerja, PT BBM, telah beroperasi cukup lama di daerah tersebut. Namun, Ence tidak mengetahui detail operasional dan jumlah karyawan. "PT BBM, perusahaan itu sudah berjalan berapa lama saya kurang tahu, data karyawan juga enggak hapal berapa orangnya," tuturnya.
Upaya konfirmasi kepada manajemen perusahaan menemui jalan buntu. Wartawan yang mendatangi pabrik hanya diperbolehkan sampai di gerbang utama. Mereka juga berusaha menemui seorang pengurus perusahaan bernama Iwan alias Ciwong, namun tidak berhasil. Usaha untuk menghubungi nomor WhatsApp yang didapatkan juga tidak mendapatkan respon.
Sementara itu, Kapolsek Jampang Tengah AKP Gatot, menyebut kasus tersebut masih dalam penyelidikan. "Masih dalam rangka penyelidikan," singkatnya.
(hri)
Lihat Juga :