Tragis! Pekerja Pabrik Kapur di Sukabumi Tewas Tergiling Mesin Batubara

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:08 WIB
loading...
Tragis! Pekerja Pabrik...
Usman (20), seorang pekerja pabrik kapur asal Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, tewas. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
SUKABUMI - Usman (20), seorang pekerja pabrik kapur asal Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi , tewas dalam insiden tragis pada Minggu (9/6/2024) pagi. Usman diduga tewas setelah tergiling mesin batubara di pabrik tempatnya bekerja.

Kabar kematian Usman menyebar cepat melalui aplikasi perpesanan, dengan foto-foto mengerikan yang dibagikan. Informasi awal mengenai penyebab kecelakaan masih simpang siur. Er, salah satu warga Jampang Tengah, menyebut ada dua versi cerita yang beredar. "Ada yang bilang korban saat pegang kayu kesedot (ke mesin), ada juga yang bilang terpeleset lalu jatuh," kata Er kepada wartawan, Selasa (11/6/2024).

Mesin yang menyebabkan kematian Usman merupakan sejenis mesin penggiling batubara yang digunakan untuk proses pembakaran kapur. "Itu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kapur, sudah lama di sini," ujar Er.

Kondisi mengenaskan Usman saat ditemukan membuat keluarga korban masih mempertimbangkan tindakan lebih lanjut terkait insiden ini. "Kondisi badannya habis sebelah karena masuk gilingan itu, ususnya keluar. Kejadiannya itu antara jam 08.00 WIB atau jam 09.00 WIB. Langsung dievakuasi pakai ambulans desa dan yang ambil (bawa) pak kadesnya sendiri," lanjut Er.

Baca Juga: Longsor Timpa Rumah di Cisarua Sukabumi, 1 Warga Tewas

Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, membenarkan kejadian tragis ini. "Korban sudah ada di bawah saat saya lihat ke sana. Datang ke desa mau pinjam ambulans yang pertama sopirnya, enggak tahu kronologis kecelakaannya bagaimana. Hanya dengar kecelakaan, saya kurang hapal semua," kata Ence.

Menurut Ence, Usman memiliki identitas asli dari Kecamatan Surade, namun tinggal bersama kerabatnya di Desa Padabeunghar. "Alamatnya orang Surade sesuai KTP identitas, hanya tinggal di sini di keluarganya. Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan perusahaan dan keluarga korban," ungkap Ence.

Perusahaan tempat Usman bekerja, PT BBM, telah beroperasi cukup lama di daerah tersebut. Namun, Ence tidak mengetahui detail operasional dan jumlah karyawan. "PT BBM, perusahaan itu sudah berjalan berapa lama saya kurang tahu, data karyawan juga enggak hapal berapa orangnya," tuturnya.

Upaya konfirmasi kepada manajemen perusahaan menemui jalan buntu. Wartawan yang mendatangi pabrik hanya diperbolehkan sampai di gerbang utama. Mereka juga berusaha menemui seorang pengurus perusahaan bernama Iwan alias Ciwong, namun tidak berhasil. Usaha untuk menghubungi nomor WhatsApp yang didapatkan juga tidak mendapatkan respon.

Sementara itu, Kapolsek Jampang Tengah AKP Gatot, menyebut kasus tersebut masih dalam penyelidikan. "Masih dalam rangka penyelidikan," singkatnya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Pemeriksaan Mata Gratis...
Pemeriksaan Mata Gratis di Kadudampit MNC Peduli dan RSI Assyifa Sukabumi Dinilai Sangat Membantu Warga
MNC Peduli, RSI Assyifa...
MNC Peduli, RSI Assyifa Sukabumi, dan Kecamatan Kadudampit Gelar Pemeriksaan Mata Gratis
Kecelakaan Kerja di...
Kecelakaan Kerja di Indramayu pada Hari Buruh, Diduga Ada Pelanggaran Standar K3
Peringati Hari Bumi,...
Peringati Hari Bumi, MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Lingkungan bagi Murid SD
Kronologi 4 Pekerja...
Kronologi 4 Pekerja Proyek Tewas Gara-gara Gas Beracun di Jagakarsa Jaksel
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan...
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Aplikasi untuk Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
16 WNA Pelaku Love Scamming...
16 WNA Pelaku Love Scamming Ditangkap di Sukabumi, Imigrasi Ungkap Modusnya
Perluas Perlindungan...
Perluas Perlindungan Pekerja, Pemerintah Beri Diskon 50% buat Iuran JKK-JKM
Rekomendasi
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Berita Terkini
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved