Prabowo Janji Aliri 7.000 Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul
Senin, 03 Juni 2024 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Kini ratusan petani bisa memanfaatkan air dari fasilitas yang dibangun oleh Universitas Pertahanan tersebut. Untuk sementara memang baru sekitar 700 hektare lahan pertanian di Kelurahan Banyu Suco yang memanfaatkan air ini untuk pengairan. Ke depan ditargetkan mampu mencapai 7000 hektare.
"Di sini awalnya hanya setahun sekalin ditanami padi. Tapi sekarang, dengan bantuan ini maka mampu panen tiga kali dalam setahun,"terang dia.
Lurah Banyusoca, Daman Huri mengatakan biasanya di musim kemarau seperti sekarang ini para petani kesulitan untuk mendapatkan air guna menyirami lahan pertanian mereka. Sebenarnya di Banyusoca sendiri ada beberapa aliran air sungai bawah tanah namun yang baru dimanfaatkan hanya sedikit.
"Ya karena untuk mengangkat air sungai bawah tanah tersebut membutuhkan ilmu dan fasilitas yang tidak sederhana. Selama ini mata itu hanya terbuang ke sungai dan tidak dimanfaatkan. sekarang ini baru dimanfaatkan mungkin 0,01% ," kata dia
Selama ini para petani padi bercocok tanam sekali dalam setahun dengan menanam padi gogo yaitu jenis padi yang cocok di lahan pertanian tadah hujan. Dengan bantuan dari Universitas pertahanan tersebut diharapkan nanti para petani bisa meningkatkan pameran mereka dari sekali menjadi 3 kali dalam setahun.
"Di sini awalnya hanya setahun sekalin ditanami padi. Tapi sekarang, dengan bantuan ini maka mampu panen tiga kali dalam setahun,"terang dia.
Lurah Banyusoca, Daman Huri mengatakan biasanya di musim kemarau seperti sekarang ini para petani kesulitan untuk mendapatkan air guna menyirami lahan pertanian mereka. Sebenarnya di Banyusoca sendiri ada beberapa aliran air sungai bawah tanah namun yang baru dimanfaatkan hanya sedikit.
"Ya karena untuk mengangkat air sungai bawah tanah tersebut membutuhkan ilmu dan fasilitas yang tidak sederhana. Selama ini mata itu hanya terbuang ke sungai dan tidak dimanfaatkan. sekarang ini baru dimanfaatkan mungkin 0,01% ," kata dia
Selama ini para petani padi bercocok tanam sekali dalam setahun dengan menanam padi gogo yaitu jenis padi yang cocok di lahan pertanian tadah hujan. Dengan bantuan dari Universitas pertahanan tersebut diharapkan nanti para petani bisa meningkatkan pameran mereka dari sekali menjadi 3 kali dalam setahun.
(shf)
Lihat Juga :