alexametrics

Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo Terus Meningkat

loading...
Aktivitas Vulkanik Gunung Bromo Terus Meningkat
Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terus mengingkat hingga, Senin siang (18/3/2019). Foto iNews TV/Hana P
A+ A-
PROBOLINGGO - Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terus mengingkat hingga Senin siang (18/3/2019). Hasil pengamatan MNC Media di Pos Pantau Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo meletus lima kali dengan ketinggian asap mencapai 1.500 meter dari bibir kawah.

Gunung Bromo sejak sepekan erupsi ini terpantau terjadi letusan sebanyak lima kali dengan mengeluarkan material abu vulkanik dan pasir. Gempa letusan terekam dengan amplitudo 28 – 30 milimeter dengan durasi 47 hingga 578 detik.

Ketinggian asap juga mencapai 1.500 meter dari puncak kawah yang sebelumnya hanya setinggi 1.200 meter saja.



Gempa tremor terus menerus terjadi dengan ampilitudo didominasi 3 mili meter yang sebelumnya hanya didominasi 1 mili meter saja.

Material yang dikeluarkan berupa material abu vulkanik dan mengarah ke arah barat atau Kawasan Malang sedangkan material pasir hanya jatuh di sekitar kawah saja. Diimbau kepada masayarakat dan wisatawan hendaknya tidak panik dan beraktivitas seperti biasa.

Bila ada paparan abu disarankan memakai masker atau kaca mata karena abu vulkanik yang mengandung silika akan berbahaya bagi pernapasan dan pedih di mata.

Namun wisata Bromo masih dibuka untuk umum dan bisa dinikmati keindahannya asal tidak melanggar memasuki zona larangan.

Sementara itu di kawasan permukiman desa terdekat lereng Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura ada beberapa warga yang khawatir paparan abu yang menempel di genting atau atap semakin tebal sehingga terpaksa dibersihkan.

Seperti yang dilakukan karyawan lepas Hotel Lava View di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang beraktivitas memberihkan abu vulkanik di genting hotel.

Pasalnya bila tidak dibersihkan kondisi atap yang kemiringannya kurangdari 30 derajat lama lama kelamaan abu semakin tebal dan akan merusak atap bangunan rumah seperti pada erupsi tahun 2010 lalu.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak